27.2 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

Sumur Masih Kering, BPBD Tulungagung Terus Salurkan Air Bersih Meski Mulai Hujan

Tulungagung, Bhirawa. – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung terus menyalurkan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan. Hujan yang mulai mengguyur sebagian wilayah Tulungagung tidak membuat penyaluran air bersih terhenti.

“Penyaluran air bersih tetap dilakukan karena sumber air di sumur warga belum keluar,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, Senin (26/10).

Ia mengakui jika saat ini di sebagian wilayah Tulungagung sudah mulai turun hujan. Namun hujan tersebut belum bisa membuat sumber air di sumur warga keluar. Masih kering.

“Karena itu, kami tetap melakukan pengiriman air bersih ke lokasi desa yang terdampak kekeringan. Jadi pengiriman air bersih tetap dilakukan meski sudah mulai turun hujan,” paparnya.

Sejumlah wilayah di Tulungagung yang mulai turun hujan, di antaranya adalah Kecamatan Sendang, Kecamatan Pagerwojo, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Besuki dan Kecamatan Campurdarat. Di wilayah kecamatan tersebut selama ini dikenal sebagai langganan kekeringan ketika memasuki musim kemarau.

“Wilayah kecamatan yang mulai hujan, intensitas hujannya ringan sampai sedang. Tidak semua wilayah Kabupaten Tulungagung sudah turun hujan. Hanya sebagian. Yang sebagian lagi hanya gerimis saja,” paparnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, kemarau panjang di Tulungagung membuat sejumlah desa mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Bahkan, jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut bertambah, dari 14 desa kini menjadi 16 desa.

Berita Terkait :  Kepadatan Mulai Tinggi, Kemacetan Lalin Kota Batu Cepat Terurai dengan Manfaatkan Teknologi Online

Tambahan dua desa itu, yakni Desa Dono di Kecamatan Sendang dan Desa Kradinan di Kecamatan Pagerwojo.

Data BPBD Kabupaten Tulungagung menyebut saat ini jumlah penduduk Tulungagung yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih mencapai 2.858 jiwa atau 7.765 jiwa.

Mereka merupakan warga 16 desa di delapan kecamatan yang selama ini menjadi langganan kekeringan saat kemarau. Kedelapan kecamatan itu, yakni Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Bandung, Sendang dan Pagerwojo. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!