Surabaya, Bhirawa – Komunitas Belajar (Kombel) SLB Negeri Gedangan Sidoarjo mengadakan kegiatan berbagi praktik baik bertajuk “Berbagi Praktik Baik Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 1”.
Kegiatan diikuti oleh 25 pendidik, acara juga dihadiri oleh dari lima sekolah mitra, yaitu SLB Harmoni, SLB Al Chusnaini, SLB Siti Hajar, SLB Al Azhar, dan SLB Nur Rahmah. Jumat, (23/10/2026)
Kepala SLB Negeri Gedangan, Puguh Sudarminto menjelaskan implementasi sekolah model PM dan KKA pada lembaganya, dimana strategi kepemimpinan pembelajaran melalui pendekatan IDEAS Framework (Identify needs, Design, Execute, Anchor, Share), cara ini dirancang memastikan setiap inovasi pembelajaran benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus secara berkelanjutan.
“Melalui kerangka IDEAS berupaya membangun ekosistem belajar yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan siswa, tapi terstruktur, dapat dipertanggungjawabkan, serta disebarluaskan nilainya kepada komunitas yang lebih luas,” tuturnya.
Sesi selanjutnya pementasan dan pemaparan praktik para pendidik SLB Negeri Gedangan, antara lain Siti Mahmudah penjelasan bertajuk “Box Benda: Satu Kardus Bekas, Enam Jalan Belajar”, sebuah inovasi media pembelajaran berbasis bahan bekas yang mampu membuka beragam akses pemahaman bagi siswa, dan Ferdiansyah Widiatmoko membagikan pengalaman integrasi teknologi masa depan melalui praktik baik Pembelajaran Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diintegrasikan pada Mata Pelajaran Matematika.
Deretan pendidik inspiratif turut membagikan praktik baik mereka, beragam inovasi dan pengalaman pembelajaran yang dihadirkan para guru tersebut makin memperkaya wawasan serta ragam pendekatan strategi mengajar para peserta.
pendidik inspiratif Dian Ayu Dewayani menambahkan pentingnya wadah berbagi sebagai ruang refleksi bersama bagi para pendidik khusus.
“Kegiatan praktik ini bertujuan mendorong lembaga pendidikan supaya tidak ragu mempublikasikan apa yang telah berhasil maupun tantangan yang dihadapi melalui kanal yang menjangkau para praktisi, kami ingin memicu insight terdalam dan membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya demi kemajuan pendidikan disabilitas,” imbuhnya
Dian berharap melalui kegiatan Kombel Batch 1 ini dapat terus memantik inspirasi, menguatkan kapasitas pendidik, serta mempererat jejaring kolaborasi antarsekolah khusus di Jawa Timur. [ren]




