Tuban, Bhirawa – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan untuk menguji kemampuan membaca dan memahami Al-Quran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut mengiringi pembukaan MTQ ke-32 tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026 oleh Wakil Bupati Tuban, Drs. Joko Sarwono, di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Sabtu (17/10/2026).
Pembukaan MTQ ke-32 ini dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tuban Sugiantoro, S.K.M., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan Bank Jatim Cabang Tuban, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Wabup Tuban, Joko Sarwono menyampaikan bahwa MTQ menjadi wahana syiar Islam sekaligus sarana untuk kembali meneguhkan kecintaan umat kepada Al-Quran.
Menurutnya, kecintaan terhadap Alquran tidak cukup diwujudkan dengan membaca ayat-ayat suci, tetapi juga perlu tercermin melalui pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui MTQ ini, kita ingin kembali meneguhkan rasa cinta kepada Al-Quran. Tidak hanya sekadar membaca, tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan Kabupaten Tuban tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan suprastruktur, termasuk pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
Pemkab Tuban memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Selain didorong untuk unggul dan berprestasi, generasi muda Tuban juga diharapkan memiliki landasan nilai agama yang kuat sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana kita membangun manusia yang berkualitas. Generasi muda Tuban harus kita bekali dengan nilai-nilai agama agar mampu menjadi generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak,” imbuhnya.
Wabup Joko Sarwono berpesan agar peserta mengikuti MTQ dengan semangat, keikhlasan, dan menjunjung kejujuran.
“Melalui MTQ ini, saya berharap akan lahir Qari, Qariah, Hafiz, dan Hafizah terbaik yang mampu melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi,” harapnya. Pasca MTQ, diharapkan terus mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban, dr. Moh. Masyhudi dalam sambutan penutupan MTQ XXXII menyampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ. Apresiasi juga diberikan kepada dewan hakim, panitia, pembina, pendamping, serta seluruh kafilah yang mengikuti perlombaan.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Quran, tetapi lebih dari itu, MTQ merupakan sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran,” pesannya..
Menurut mantan Dirut RSUD dr. Koesma Tuban ini, MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk menentukan peserta terbaik, tapi menjadi sarana menumbuhkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran, memperkuat keimanan, serta membentuk akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang diraih. Lebih dari itu, kecintaan terhadap Al-Quran dan kesediaan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan menjadi hal yang perlu terus dijaga.
Dengan berakhirnya MTQ 32 tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026, semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Quran diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai yang dipelajari selama perlombaan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt. Kabag Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tuban, Irma Putri Kartika mengatakan pada penyelenggaraan tahun ini, MTQ ke-32 Kabupaten Tuban diikuti 412 kafilah yang mewakili 20 kecamatan serta 64 kafilah mandiri. Para peserta akan berkompetisi dalam 24 golongan yang tersebar pada delapan cabang perlombaan.
Pelaksanaan kompetisi berlangsung di 11 venue yang telah disiapkan untuk mengakomodasi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan.
Melalui penyelenggaraan MTQ ke-32 ini diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Quran. Serta menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. [hud.kt]




