27.4 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

Bangun Kota Tangguh Bencana lewat Sinergi Pentahelix di PPI Mayangan


Kota Probolinggo, Bhirawa – Kesiapan menghadapi bencana tidak cukup mengandalkan peralatan, tetapi juga membutuhkan kemampuan warga dan koordinasi antarpihak dalam melakukan penyelamatan.

Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam Apel Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPI) Mayangan, Jumat (16/10) sore.

Kegiatan yang diikuti sekitar 116 peserta itu melibatkan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dari sejumlah kecamatan di Kota Probolinggo serta pengurus FPRB.

Sejumlah peralatan penanggulangan bencana turut diperagakan untuk menunjukkan dukungan teknis dalam menghadapi situasi darurat.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin yang bertindak sebagai pembina apel mengatakan, masyarakat perlu tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana, mulai dari angin kencang dan gempa bumi hingga letusan gunung berapi.

Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu ditunjang sistem peringatan dini, respons cepat, edukasi keselamatan, dan latihan penyelamatan.

“Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh keberadaan peralatan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia dalam melakukan tindakan penyelamatan secara tepat dan cepat,” tuturnya.

Ketua panitia, Syaifudin Zuhri, yang juga Ketua Perkumpulan Peduli Sampah (PAPESA) Kota Probolinggo, mengatakan jambore tersebut menjadi sarana memperkuat kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam pengurangan risiko bencana.

Salah satu agenda kegiatan ialah penandatanganan nota kesepahaman antara PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) dan FPRB Kota Probolinggo mengenai Program Pengurangan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Berbasis Komunitas (PRBBK).

Berita Terkait :  TR Selecta Kota Batu Jadi Tempat Wisata Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Dalam kegiatan itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah peralatan penanggulangan bencana, antara lain mesin pemotong beton dan kayu, perlengkapan penyelamatan vertikal, peralatan penyelamatan di air (water rescue), serta alat bantu pernapasan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk operasi di ruang terbatas.

Perahu karet berkapasitas empat orang dan kendaraan operasional lapangan turut ditampilkan.

Tim PT POMI juga melakukan praktik penyelamatan (rescue) di kawasan wisata Kum-kum. Peragaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang mengangkat tema sinergi pentahelix untuk membangun ketangguhan Kota Probolinggo.

Apel jambore turut dihadiri perwakilan BPBD Provinsi Jawa Timur, unsur TNI AL dan Kodim 0820, perwakilan Polres Probolinggo Kota, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan dunia usaha dan akademisi. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!