Bondowoso, Bhirawa. – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso memantapkan konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Sebanyak 70 pengurus resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Graha NU Bondowoso, Sabtu (17/10), dengan target meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi PKB Bondowoso untuk memperkuat soliditas kader, menata struktur organisasi, serta menyusun strategi politik yang lebih terukur. Setelah prosesi pengukuhan, para pengurus melanjutkan agenda dengan rapat kerja guna merumuskan program dan langkah organisasi ke depan.
Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menjalankan tanggung jawab organisasi secara maksimal. Menurutnya, kekuatan politik partai harus diimbangi dengan kerja nyata, kekompakan kader, dan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia menilai keberhasilan partai tidak cukup diukur dari jumlah kursi legislatif yang diperoleh. Besarnya dukungan politik justru harus menjadi dorongan untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
“Partai yang memiliki saham terbesar tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar pula. Muara dari semua perjuangan politik ini adalah kesejahteraan rakyat,” ujar Ahmad Dhafir.
Ahmad Dhafir menjelaskan, PKB Bondowoso menargetkan penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan perencanaan matang, evaluasi, pemetaan kekuatan politik, serta pembenahan organisasi secara berkelanjutan.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah memperkuat struktur kepengurusan. Dengan jumlah pengurus DPC yang kini mencapai 70 orang, PKB Bondowoso berharap jangkauan kerja partai semakin luas dan koordinasi antarkader berjalan lebih efektif.
Selain memperkuat struktur organisasi, regenerasi kader menjadi perhatian penting. Ahmad Dhafir menilai keterlibatan generasi muda diperlukan untuk menjawab perubahan karakter pemilih, terutama menjelang Pemilu 2029 yang akan melibatkan pemilih dari kalangan milenial dan Generasi Z.
Menurutnya, kader muda perlu diberi ruang untuk terlibat aktif dalam kegiatan partai, memahami persoalan masyarakat, serta membangun komunikasi dengan pemilih pemula. Dengan demikian, kehadiran PKB tidak hanya dirasakan menjelang pemilu, tetapi juga melalui kegiatan organisasi yang berkelanjutan.
“Penguatan organisasi akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari DPC, pengurus anak cabang di tingkat kecamatan, hingga pengurus ranting di desa dan kelurahan. Struktur yang terhubung hingga tingkat bawah diharapkan mempermudah koordinasi sekaligus memperkuat hubungan kader dengan masyarakat,”terangnya.
Ahmad Dhafir juga menekankan pentingnya peran partai dalam mengawal pembangunan daerah. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut dirasakan hingga tingkat pemerintahan desa, kader PKB diharapkan dapat berkontribusi mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Menurutnya, tanggung jawab politik tidak berhenti pada keberhasilan meraih kursi legislatif. Jabatan dan kewenangan yang diperoleh harus diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat serta memastikan program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Ahmad Tamim, menyampaikan bahwa target peningkatan perolehan kursi PKB Bondowoso harus dipersiapkan melalui kerja organisasi yang terencana dan terukur.
Ia menilai kesiapan struktur kepengurusan dan soliditas kader menjadi faktor penting untuk mencapai target tersebut. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama dalam kegiatan pengukuhan juga menjadi bagian dari suasana konsolidasi organisasi.
Dalam kepengurusan yang baru dikukuhkan, keterwakilan perempuan turut menjadi perhatian. Dari total 70 pengurus, keterwakilan perempuan disebut telah melampaui 30 persen. Komposisi tersebut diharapkan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kader perempuan dalam menjalankan fungsi organisasi.
Ahmad Tamim menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan harus segera ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata.
“Karena itu, rapat kerja setelah pengukuhan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan target partai ke dalam program yang dapat dilaksanakan di setiap tingkatan. Bagi PKB, pemilu dimulai hari ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 harus dimulai sejak dini melalui penguatan organisasi, konsolidasi kader, dan pelaksanaan program kerja secara konsisten.
Dengan kepengurusan baru yang telah dikukuhkan, PKB Bondowoso kini dihadapkan pada tantangan menjaga soliditas internal, memperluas keterlibatan kader, serta menyusun strategi politik sesuai kondisi dan potensi di setiap wilayah.
Konsolidasi dari tingkat cabang hingga desa dan kelurahan diharapkan menjadi fondasi bagi PKB Bondowoso untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Keberhasilan target tersebut akan bergantung pada efektivitas kepengurusan dalam menjalankan program dan menerjemahkan tanggung jawab politik menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat,”pungkasnya. [san.hel]




