28.7 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

IHSG Teburuk di Dunia

“Rapor merah” kinerja lembaga pemerintah terjadi lagi, di Bursa efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt, penghentian sementara perdagangan. Disebabkan kemerosotan tajam melebihi 8% (faktanya turun sampai 11,57%, setara 5.185,11). Menjadikan kemerosotan paling parah selama 28 tahun. Padahal dua pucuk pimpinan moneter (Gubernur Bank Indonesia) dan fiskal (Menteri Keuangan) sudah diganti dengan pejabat baru. Ironisnya, tetap saja IHSG mencatatkan kinerja paling buruk sedunia!

Penghentian perdagangan di BEI, sudah terjadi beberapa kali. Bahkan dua kali dalam setahun 2026. Pada akhir Januari 2026, terjadi trading halt dua hari berturut-turut, pada 28 dan 29 Januari. Pemicu, pada 27 Januari 2026, MSCI (Morgan Stanley Capital International) menyatakanbakalmembekukan saham-saham Indonesia dari portofolio miliknya. Menyebabkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) rontok, sejak pekan akhir Januari. Menyebabkan otoritas BEI menyatakan trading halt (berhenti dagang saham, sementara).

MSCI merupakan penyedia indeks keuangan paling berpengaruh di dunia. Terutama pada kalangan pengelola dana pensiun serta produk bursa efek (saham). Total dana kelolaan global yang menggunakan jasa MSCi sebesar US$ 15 trilyun. Karena masyhur-nya MSCI, sangat dipercaya. Menyebankan IHSG rontok. Berbuntut Dirut BEI mundur. Diikuti lima komisioner dan pejabat utama OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

MSCI menyorot transparansi dan akurasi data free float (jumlah saham yang tersedia untuk publik) di bursa Indonesia. Dikenal dengan istilah “saham gorengan” (nilainya di-markup). Kekhawatiran transparansi bisa berpotensi penurunan status risiko investasi di Indonesia. Nyata-nyata menyebbkan aksi jual makin masif. Diduga telah terjadi capital outflow (aliran modal keluar) sebesar lebih dari US$ 2 milyar (setara Rp 33,5 trilyun).

Berita Terkait :  Polres Mojokerto Kota Gelar Doa Korban Bencana Sumatera

“Kesehatan” Perekonomian Indonesia, tidak sekadar di-umum-kan sepihak oleh pemerintah. Melainkan, niscaya dinilai oleh institusi global. Termasuk dinyatakan oleh Moody’s Investor Service. Menurunkan peringkat (risiko) kredit Indonesia, dari level stabil menjadi negatif. Sampai Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kementerian Ekonomi menggelar sarasehan ekonomi bertajuk “Indonesia Economic Outlook.” Tujuannya, untuk memapar konter asesmen global, bahwa perekonomian Indonesia baik-baik saja. Seperti dilaporkan seluruh Menteri Kabinet Merah-Putih.

Tetapi rilis pemerintah tidak mempan. Bahkan setelah disusul penilai oleh Moody’s, potensi kerugian pasar mencapai US$ 80 milyar. Moody’s juga menyoroti meningkatnya ke-tidak pasti-an dalam kebijakan. Termasuk efisiensi dan realokasi anggaran untuk program populis. Khususnya MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah-Putih, dan berbagai subsidi yang tidak tepat sasaran.

Jelang (selisih dua hari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto), MSCI mengumumkan kemungkinan “bakal” menurunkan status pasar saham Indonesia. Yakni dari peringkat Emerging Market (pasar berkembang), menjadi Stand alone Market (mandiri). Sejajar dengan Lebanon, Nigeria, Palestina, Kuraina, dan Zimbabwe. Posisi IHSG pada era Megawati Soekarnoputri, IHSG tumbuh 78,80%. Pada era SBY (selama 10 tahun) melejit hampir 500%. Serta era Jokowi (selama 10 tahun) tumbuh 53,54%. Sedangkan era Prabowo Subianto (dua tahun), merosot (-) 24,44%.

Penurunan status pasar saham Indonesia,baru rencana, karena akan dikonsultasikan pelaku pasar global sampai April 2027. Serta akan benar-benar diumumkan pada akhir Juni 2027. Masih ada waktu. Namun warning MSCI sudah mem-porak porandakan pasar saham Indonesia. Bahkan dianggap sebagai pemicu potensi pelarian modal asing sampai US$ 4,6 milyar. Juga akan memperberat nilai tukar rupiah (kini sudah berada di atas Rp 18 ribu per-US$).

Berita Terkait :  Tanda Tangani SHA, Bank Sultra Resmi Jadi Bank Kelima Ber-KUB dengan Bank Jatim

Posisi IHSG sebagai gambaran kepercayaan investor, akan berkait-kait dengan “kesehatan”ekosistem perekonomian nasional.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!