28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Merita, Menanamkan Senyum Sehat Lewat Cerita


Pasuruan, Bhirawa – Aroma ruang praktik dokter gigi dan riuh anak-anak di taman kanak-kanak mungkin tampak seperti dua dunia yang berseberangan. Namun, bagi Merita Rusdi Sutejo, keduanya bertaut pada satu muara. Yaitu, kepedulian pada kesehatan dasar generasi mendatang.

Sebagai seorang dokter gigi yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasuruan, Merita merasa dipanggil untuk tidak sekadar bergulat dengan instrumen medis.

Ia melangkah keluar ruang periksa, membawa misi edukasi kesehatan gigi dan mulut ke ruang-ruang tumbuh anak-anak di pelosok daerah. “Melalui dongeng, pesan kebaikan seperti rajin menyikat gigi dapat tertanam dengan indah di dalam memori anak-anak,” ujar perempuan yang akrab disapa Mela Rusdi ini.

Kesadaran itu mendorongnya merancang berbagai kegiatan edukatif yang komunikatif bagi anak usia dini. Edukasi tidak disajikan dalam bentuk instruksi kaku, melainkan pendekatan partisipatif yang jenaka dan ramah anak.

Salah satu wujud nyata dari pendekatan tersebut mengemuka di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (13/10).

Pagi itu, ruang pertemuan bertransformasi menjadi panggung imajinasi lewat Lomba Mendongeng ‘Medi si Gigi Putih’. Sebanyak 24 anak perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan tampil membawakan cerita dengan gayanya masing-masing.

Figur ‘Medi si Gigi Putih’ sengaja diciptakan sebagai personifikasi alegoris. Lewat penceritaan tokoh rekaan ini, anak-anak diajak memahami pentingnya menyikat gigi pagi dan malam tanpa merasa dituntut.

Berita Terkait :  KKG PAI Kota Batu Tingkatkan Kompetensi Guru

Mela memandang narasi dan dongeng sebagai instrumen psikologis yang efektif dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, dongeng tidak hanya mengasah imajinasi, tetapi juga memupuk keberanian anak untuk berekspresi di depan umum.

“Ini bukan sekadar sosialisasi formal. Kami ingin mengajak anak-anak lebih berani tampil sekaligus saling mengingatkan kawan sebaya untuk rajin menggosok gigi,” tutur Istri Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.

Langkah gerakan edukasi gigi ini turut menggerakkan ekosistem pendidikan anak usia dini hingga level rumah tangga.

Di Kecamatan Rembang, misalnya, penyiapan peserta lomba mendorong ikatan kerja sama antara pendidik dan orangtua. Heni, seorang guru pendamping, menceritakan bagaimana proses latihan mendongeng dilakukan secara partisipatif dari rumah.

Orangtua merekam suara anak saat bercerita, lalu mengirimkannya kepada guru untuk dievaluasi bersama. Meski masa persiapan relatif singkat, pendekatan ini merekatkan peran keluarga dalam proses belajar anak.

Bagi Mela, keterlibatan aktif orangtua dan sekolah adalah kunci berkelanjutannya kebiasaan sehat ini. Di balik riuh panggung kompetisi, pesan utama yang ingin ditanamkan tetap konstan: menjaga senyum sehat anak-anak Pasuruan sejak dini.

“Hari ini, kalian semua adalah pemenang. Tampilkan yang terbaik dengan penuh percaya diri dan rasa gembira,” kata Mela menyemangati para peserta muda di panggung itu. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!