29.1 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

Raih Tujuh Medali di Jatim Open 2026, Maba Ikom Umsida Bidik PON 2028


Sidoarjo, Bhirawa – Berawal dari les renang privat saat duduk di bangku sekolah dasar (SD), Hasbi Zulfian Idris kini menjadi salah satu atlet berprestasi Delta Swimming Club Sidoarjo. Mahasiswa Baru (Maba) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu terus meningkatkan kemampuan dan membidik kesempatan memperkuat tim Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Perjalanan Hasbi dimulai ketika ibunya memasukkannya ke les renang karena ia mudah kedinginan saat berada di kolam. Meski sempat berencana menghentikan les setelah Hasbi mampu berenang, pelatih melihat potensi dalam dirinya dan menyarankan agar latihan dilanjutkan.

“Waktu itu saya malu, setiap masuk kolam renang baru sekitar lima menit, Hasbi sudah kedinginan. Akhirnya, saya masukkan dia ke les renang privat,” tutur ibunda Hasbi, belum lama ini.

Pelatih Delta Swimming Club Sidoarjo, Dino Bayu Prima, mengatakan mulai menangani Hasbi pada 2020. Saat itu, kemampuan teknik renangnya masih perlu diperbaiki dan ia belum pernah meraih juara.

Pembinaan pun dimulai dengan memperkuat teknik dasar dan membangun kemampuan renangnya secara bertahap. “Waktu itu saya mulai menangani Hasbi dari nol. Kemampuan renangnya belum bagus dan belum pernah juara. Saya awali dengan memperbaiki teknik-teknik renangnya,” ujar Dino.

Hasil pembinaan mulai terlihat pada 2021 ketika Hasbi meraih prestasi di tingkat Kabupaten Sidoarjo. Pada 2022, ia menempati posisi keempat pada Porda.

Berita Terkait :  SMAN 2 Mataram dan SMAN 1 Wonoayu Jadi Kampiun Final Regional AXIS Nation Cup 2026 East Java Balinusra

Setahun berikutnya, Hasbi mendapat kesempatan memperkuat tim Jawa Timur dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Perjalanan tersebut berlanjut dengan raihan medali dalam sejumlah kejuaraan pada 2025, termasuk kejuaraan nasional dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Dino menilai, perkembangan Hasbi tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kerja keras dan kedisiplinan dalam latihan. “Secara bakat mungkin biasa saja, tetapi usahanya luar biasa. Dia mau bekerja keras dalam latihan. Kalau latihannya benar dan dilakukan dengan baik, hasilnya pasti ada,” ungkapnya.

Prestasi terbaru Hasbi terlihat dalam Jatim Open Antarklub se-Indonesia 2026 di Kolam Renang Olimpik Saygon, Pasuruan, pada 2-4 Oktober 2026. Ia meraih tujuh medali, terdiri atas empat emas dari nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya dada serta 50 meter gaya bebas; dua perak dari nomor 200 meter gaya ganti dan 50 meter gaya kupu-kupu; serta satu perunggu dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu.

Sementara itu, Delta Swimming Club Sidoarjo menempati peringkat ketujuh dengan total 18 medali, yakni enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Meski meraih hasil positif, Hasbi mengaku penampilannya belum maksimal. Dari sembilan nomor yang diikuti, hanya dua yang menghasilkan catatan waktu terbaik.

Ia juga tidak dapat mengikuti nomor estafet setelah salah satu anggota tim mengundurkan diri sekitar satu minggu sebelum perlombaan. Perjalanan Hasbi tidak selalu mulus. Pada awal latihan, ia sempat tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit akibat tifus.

Berita Terkait :  1.500 Pelari Meriahkan Majapahit Run 2026

Setelah pulih, ia kembali berlatih dan melanjutkan perjuangannya untuk meningkatkan kemampuan. Pada Kejurnas 2026, Hasbi juga dilaporkan menempati posisi kedua nasional kelompok umur pada nomor 200 meter gaya dada.

Ke depan, Hasbi menargetkan pemecahan rekor nasional kelompok umur pada nomor 200 meter gaya dada melalui Indonesia Open yang direncanakan berlangsung pada bulan berikutnya, sesuai keterangan saat wawancara. Ia juga berharap dapat memperkuat tim Jawa Timur pada PON 2028.

Di tengah kesibukan berlatih dan mengikuti kejuaraan, Hasbi tetap menjalani perkuliahan kelas malam di Umsida. Pilihan tersebut membantunya menyeimbangkan pendidikan dan latihan.

Setelah berlatih pada pagi hari, ia memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan mengerjakan tugas sebelum mengikuti perkuliahan pada malam hari. Dukungan orang tua dan pihak program studi turut membantunya menjalani kedua tanggung jawab tersebut. “Semua ini bukan pencapaian, ini cuma proses. Proses untuk mencapai masa depan yang aku pingin,” kata Hasbi.

Ia juga berpesan kepada atlet lain agar tetap berjuang mengejar prestasi, tetapi memahami batas kemampuan diri. “Buat teman-teman yang juga pengin mengejar prestasi, lanjutkan, tapi ingat harus tahu kapan maju, kapan mundur,” pesannya. [kus/mg19.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!