Sumenep, Bhirawa – Sebanyak 129 kepala sekolah (Kepsek) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dilantik dan diambil sumpah/janjinya di Pendopo Agung Keraton. Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim meminta para kepala sekolah yang baru dilantik meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat karakter peserta didik, serta menguasai perkembangan teknologi untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Kami minta kepala sekolah yang baru dilantik ini harus meningkatkan kualitas pendidikan dan harus menguasai perkembangan zaman,” kata Wabup Imam Hasyim, Minggu (11/10).
Dari total 129 kepala sekolah tersebut, sebanyak 3 orang merupakan kepala Taman Kanak-kanak (TK), 107 orang kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN), dan 19 orang kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Dalam arahannya, Imam Hasyim juga menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan amanah besar untuk memimpin, membina, dan mengembangkan potensi peserta didik maupun tenaga pendidik di lingkungan sekolah. “Jabatan ini amanah yang harus dipertanggungjawabkan, terutama upaya pengembangan potensi anak didik dan tenaga pendidik,”ungkapnya.
Menurut dia, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan arah perkembangan dan kualitas pendidikan. Karena itu, mereka dituntut menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, inovatif, dan berintegritas. “Kami mengharapkan para kepala sekolah bekerja dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui penataan administrasi sekolah. Lebih dari itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, disiplin, kondusif, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Kepala sekolah juga harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh unsur pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, hingga masyarakat. “Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung keberhasilan proses pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik,” paparnya.
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, Imam Hasyim menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kepala sekolah agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Penguasaan teknologi dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendorong pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. “Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan satuan pendidikan, tidak hanya melalui pengelolaan administrasi yang baik, tetapi melalui pengembangan metode pembelajaran yang kreatif dan pemanfaatan teknologi secara tepat,” terangnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus menjadi peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi secara tepat dapat membantu guru menyampaikan materi dengan lebih menarik, memperluas sumber belajar, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan belajar mengajar.
“Karena itu, kepala sekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan dirinya sendiri, tetapi juga mendorong para guru untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada penggunaan perangkat, melainkan benar-benar mendukung pencapaian tujuan pembelajaran,” tegasnya.
Imam Hasyim juga mengingatkan agar kepala sekolah terus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi seiring dengan perubahan kebutuhan pendidikan. Kemampuan beradaptasi, menurut dia, menjadi bagian penting dari kepemimpinan sekolah agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Selain penguasaan teknologi, kepala sekolah diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif serta membangun budaya sekolah yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan karakter. Upaya tersebut diperlukan agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki sikap dan keterampilan yang mendukung masa depan mereka.
“Kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan dan mampu membawa sekolah menuju ke arah yang lebih baik. Jangan sampai dunia pendidikan tertinggal dari perkembangan zaman,” imbuhnya. [sul.wwn]






