34.3 C
Sidoarjo
Wednesday, October 7, 2026
spot_img

Awasi Sisa Bara Api Lima Titik Karhutla Kota Batu Cegah Api Tersulut

Kota Batu, Bhirawa – Tim Gabungan Pengendalian Karhutla (TGPK) Kota Batu bersama warga pemantauan terhadap titik- titik sisa bara api karhutla. Hal ini untuk mencegah munculnya api sehingga menimbulkan kebakaran kembali. Dalam jangka waktu dua hari tercatat ada lima kejadian karhutla di titik yang berbeda.

“Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dikendalikan dan kondisi di lokasi aman, dengan tetap dilakukan pemantauan terhadap sisa bara dan asap untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali,” ujar Suwoko, Kepala BPBD Kota Batu, Rabu (7/10/2026).

Diketahui, tim gabungan yang bergerak dalam mengantisipasi dan mencegah tersulutnya kembali bara api karhutla terdiri dari BPBD, Damkarmat, TNI- Polri, relawan, dan warga. Ada beberapa sisa bara api dari beberapa titik kejadian karhutla di Kota Batu yang patut diwaspadai. Karena di titik- titik ini kejadian karhutla baru saja tertangani atau baru dipadamkan.

Titik tersebut di antaranya, kebakaran rumpun bambu di Desa Gunungsari, kebakaran rumpun bambu Desa Mojorejo, rumpun bambu Desa Sumberejo, hutan pinus Petak 228 A RPH Oro – Oro Ombo Desa Pesanggrahan. Selain itu juga ada aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan sampah yang nyaris membakar kawasan permukiman di Desa Sidomulyo.

Di titik- titik ini, selain telah melakukan pemadaman pada bagian rumpun bambu yang terbakar, petugas gabungan juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi tersulutnya kembali sisa bara api.

Berita Terkait :  Pemkot Malang Bangun Jembatan Bailey Sonokembang, Akses Warga Segera Pulih

“Penanganan dilakukan dengan membantu mengendalikan titik api dan mencegah agar api tidak meluas ke area vegetasi serta lingkungan di sekitarnya,” jelas Suwoko.

Diketahui, kebakaran rumpun bambu di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu terjadi pada Selasa (6/10/2026). Dalam kejadian ini BPBD bersama Damkar, Polri, TNI, perangkat desa, relawan, dan warga bergerak melakukan pemadaman untuk mengendalikan api serta mencegah penyebaran ke vegetasi dan lingkungan sekitar.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan pengecekan dan pemantauan di area terdampak guna memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Di hari yang sama, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Gunungsari, di Petak 228 A RPH Oro – Oro Ombo Desa Pesanggrahan, dan di Dusun Santrean Desa Sumberejo. Ketiga titik ini berada di wilayah Kecamatan Batu.

Hampir di semua titik lokasi kebakaran diduga disebabkan oleh pembakaran ranting/ serasah daun dan bambu yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Kemudian titik api tersebut merambat secara tidak terkendali karena angin kencang.

Menyikapi hal ini BPBD mengimbau masyarakat  untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan metode atau cara membakar. “Karena dengan metode ini dapat menyebabkan api mudah menyebar dan menimbulkan kebakaran yang tidak terkendali. “Diharapkan warga mengutamakan cara yang aman dan tidak menggunakan api dalam pengelolaan lahan,” pesan Suwoko.

Berita Terkait :  Tiga Bulan Sebelum Purna Tugas, Kepala DLHP Tuban di Lantik Jadi Staf Ahli Bupati

Aktivitas pembakaran sampah juga terjadi di dekat pemukiman tepatnya di Jl Cemara Kipas, Desa Sidomulyo, Kota Batu. Diduga warga pelaku pembakaran juga tidak melakukan pengawasan terhadap titik api yang dibuatnya.

Beruntung Damkarmat Kota Batu cepat datang dan berhasil melakukan pemadaman sehingga titik api tidak sampai merambat ke pemukiman atau rumah warga. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!