Pemkot Surabaya, Bhirawa. – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya himbau masyarakat supaya menjaga kerahasiaan dan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) agar program bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial (perlinsos) tepat sasaran. Masyarakat diingatkan tidak meminjamkan Identitas Kependudukan kepada pihak lain untuk keperluan pembelian barang mahal maupun kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor. Selasa, (6/10/2026)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa penelusuran data Perlindungan Sosial (Perlinsos) di lapangan, petugas sering menemukan ketidaksesuaian data kepemilikan aset. “Banyak warga secara nyata hidup dalam kondisi kurang mampu, tapi dalam sistem terdeteksi memiliki kendaraan bermotor atau mobil, setelah diklarifikasi, warga yang bersangkutan mengaku KTP-nya dipinjam oleh orang lain, sebab itu, tolong warga Surabaya, KTP nya jangan dipinjamkan untuk pembelian mobil atau motor,” jelasnya.
Lanjut Eri menjelaskan memastikan bansos tepat sasaran, Pemkot Surabaya sekarang tidak hanya berpatokan pada data desil, tapi menerapkan skema penentuan prioritas penerima bantuan yang disepakati terbuka melalui musyawarah di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Musyawarah penentuan prioritas, Pemkot melibatkan Lurah, Camat, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan minimal tiga perempat warga dari wilayah RT setempat untuk memverifikasi kondisi ekonomi aktual setiap tetangga,” tuturnya.
Eri berharap seluruh warga Surabaya ikut mengawasi ketepatan penyaluran bantuan di lingkungannya masing-masing, dan meminta masyarakat aktif saling menjaga dan memanfaatkan fitur aduan atau pengecekan seperti aplikasi Cek Wargaku. “Supaya bantuan tepat sasaran, KTP-ne tolong di jaga, mari kita pastikan bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan,” imbuhnya.[ren.ca]






