Pemkab Sidoarjo, Bhirawa. – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam melindungi warganya patut diacungi jempol. Selama sembilan bulan terakhir (Januari-September 2026), BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo mencatat telah menyalurkan santunan dan beasiswa senilai Rp741 milliar, bagi berbagai kalangan warga yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Arie Fianto Syofian, mengungkapkan bahwa dana masif tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemkab Sidoarjo setiap tahunnya. Bantuan ini khusus diperuntukkan bagi para pekerja rentan di wilayah Sidoarjo.
“Nilai tersebut berupa santunan dan beasiswa kepada anak-anak korban. Untuk kecelakaan kerja, nilainya minimal Rp75 juta, lengkap dengan beasiswa pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi,” ujar Arie di hadapan para pengelola TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di Kantor Dinas LHK Sidoarjo, Selasa (6/10).
Arie menambahkan, pada tahun 2026 ini ada 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinPemkab Sidoarjo yang memiliki mitra dan menyalurkan jaminan perlindungan lewat BPJS Ketenagakerjaan. Para pekerja rentan tersebut didaftarkan oleh Pemkab Sidoarjo untuk masa iuran enam bulan, yakni dari Juli hingga Desember 2026.
Pejabat Dinas LHK Sidoarjo, Edi Laksono, menyambut baik program perlindungan ini. Menurutnya, program tersebut sangat bermanfaat bagi para tenaga kerja rentan, termasuk para petugas pengelola sampah di TPS3R. Pihaknya berharap seluruh pengelola TPS3R di Sidoarjo dapat tercover perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh.
Saat ini, tercatat ada 210 TPS3R yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 TPS3R terpantau aktif beroperasi mengolah sampah dari masyarakat sebelum residunya dibawa ke TPA Jabon.
Kendati demikian, pengelolaan TPS3R di Sidoarjo masih menghadapi sejumlah tantangan klasik, mulai dari ketersediaan lahan yang dekat dengan pemukiman warga (sehingga kerap memicu penolakan), hingga keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dinas LHK mencatat volume sampah di Sidoarjo mencapai 1.200 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 hingga 600 ton, berhasil dikelola melalui fasilitas TPS3R, sementara sisanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Pemerintah berharap ke depan seluruh sampah rumah tangga dapat dioptimalkan pengelolaannya melalui TPS3R. Selain mengurangi beban TPA, pemilahan sampah dari sumbernya memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Salah satu kisah sukses datang dari Luki, Ketua TPS3R Desa Krembung, Kecamatan Krembung. Ia menyampaikan bahwa sistem pengelolaan di tempatnya berjalan sangat lancar tanpa kendala berarti, dengan dukungan lima orang pengelola aktif. TPS3R di wilayahnya juga mendapat support penuh dari Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana.[kus.ca]






