NTT, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) memberikan dua unit alat filtrasi air kepada masyarakat Desa Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu mengatasi keterbatasan akses air bersih yang masih dihadapi warga pascabencana.
Bantuan tersebut disalurkan Tim Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) Umsura saat menjalankan misi kemanusiaan di Desa Riung sejak 30 September 2026. Selain bantuan air, tim juga melakukan pendampingan psikososial yang menyasar anak-anak dan masyarakat terdampak.
Koordinator lapangan Matana Umsura melihat kebutuhan air menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi masyarakat Riung. Warga setempat harus menghadapi kondisi sumber air yang payau, sementara pasokan air hanya tersedia sekitar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengatur penggunaan air untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keberadaan alat filtrasi diharapkan dapat membantu mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama proses pemulihan.
Dua unit alat filtrasi tersebut diserahkan kepada Syahrudin Qola selaku Ketua Pos Koordinasi Kecamatan Riung. Ia menyambut baik bantuan Umsura karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Riung. Air menjadi kebutuhan yang setiap hari kami perlukan, sementara ketersediaannya masih terbatas dan kondisi air yang ada juga payau. Kami berharap dengan adanya alat filtrasi ini bisa benar-benar membantu masyarakat dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Syahrudin.
Selain memberikan bantuan filtrasi air, Tim Matana Umsura juga melakukan pendampingan psikososial kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Pendampingan dilakukan melalui aktivitas interaksi, bercerita, kegiatan kreatif, serta membangun kembali rasa aman setelah masyarakat mengalami situasi penuh tekanan akibat bencana.
Umsura juga menyalurkan donasi yang sebelumnya dikumpulkan melalui aksi kepedulian mahasiswa baru. Sebanyak 3.185 mahasiswa baru terlibat dalam pengumpulan donasi berupa boneka, pembalut, dan popok, serta dana sebesar Rp53.712.971.
Donasi tersebut kemudian disalurkan melalui Lazismu Jawa Timur untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT. Bantuan berupa boneka diarahkan untuk anak-anak, sedangkan pembalut dan popok ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perempuan dan anak.
Kegiatan Matana Umsura di Riung menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemulihan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikososial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui pendampingan psikososial, bantuan filtrasi air, serta donasi mahasiswa, UMSURA berupaya memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan dan membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan sehari-hari. [ina.wwn]






