25.8 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

Jembatan Sempit Jadi PR Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo

Kota Probolinggo, Bhirawa. – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Probolinggo masih membutuhkan sejumlah pekerjaan pendukung sebelum pembangunan fisik sekolah dimulai. Salah satu persoalan yang harus dibenahi Pemkot Probolinggo adalah akses menuju lahan SR di eks UPT Balai Benih Ikan (BBI), Jalan Kapten Saroe, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.

Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo Siti Romlah mengatakan, lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai calon lokasi SR permanen setelah melalui sejumlah tahapan dan penilaian berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan Kementerian Sosial. Namun, hasil desk masih menemukan sejumlah kebutuhan yang harus disiapkan, terutama akses menuju kawasan. “Dari hasil desk yang dilakukan, masih ada beberapa hal yang perlu kita siapkan, salah satunya terkait akses menuju lokasi. Salah satunya, kondisi akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Pemkot kemudian menyiapkan sejumlah pekerjaan infrastruktur untuk mendukung pembangunan SR. Pekerjaan tersebut meliputi pelebaran dan penguatan jembatan, perbaikan akses jalan, pengaspalan, serta penataan dan perataan elevasi lahan di dalam kawasan.

Kepala Dinas PUPR-KP Kota Probolinggo Gofur Effendi mengatakan, pada 2026 pihaknya menyiapkan tiga pekerjaan utama sesuai kewenangan pemerintah kota. Salah satunya pelebaran jembatan yang saat ini hanya memiliki lebar sekitar tiga meter. “Rencana akan menggunakan box culvert. Selasa (29/9) malam diperkirakan datang, Rabu (30/9) sudah action pembuatan dasar atau lantai kerja box culvert,” kata Gofur.

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Sosialisasi Pembayaran PBB On the Street

Selain jembatan, Bidang Bina Marga akan melakukan pelebaran jalan lapen di sisi timur dengan tambahan lebar sekitar satu hingga 1,2 meter. Pelebaran tersebut diperlukan untuk mendukung akses kendaraan menuju kawasan SR.

Sementara itu, pekerjaan di dalam kawasan menjadi kewenangan Bidang Cipta Karya. Pemkot menyiapkan pekerjaan pengurukan lahan SR permanen. Untuk pekerjaan tersebut, pemenang tender telah ditetapkan dan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ) telah diterbitkan. “Kontrak memang belum dilakukan karena menunggu jaminan pelaksanaan. Diprediksi pada 5 Oktober mendatang sudah berkontrak, dengan catatan penyedia telah menyerahkan jaminan pelaksanaan,” jelasnya.

Lahan yang disiapkan Pemkot Probolinggo untuk kawasan SR tersebut mencapai 5,2 hektare. Dari luasan itu, sekitar dua hektare akan digunakan untuk pembangunan SR permanen yang mencakup gedung sekolah, asrama, dan sarana pendukung lainnya.

Gofur menyebut pembangunan utama SR permanen bukan menjadi kewenangan Pemkot Probolinggo. Pembangunan gedung dan fasilitas utama akan dibiayai serta dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sedangkan pemkot menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung, terutama akses menuju kawasan. “Pelaksanaan dan anggaran pembangunannya dari Kementerian PU, kami hanya mensupport aksesnya. Untuk lahan insyaallah sudah clear,” imbuhnya.

Dengan demikian, pekerjaan Pemkot pada 2026 lebih diarahkan untuk memastikan kawasan calon SR siap dari sisi akses dan kondisi lahan sebelum pembangunan fasilitas utama dilakukan pemerintah pusat.[fir.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!