32 C
Sidoarjo
Friday, September 18, 2026
spot_img

Dugaan Keracunan MBG Bertambah, 37 Siswa di Kota Kediri Terdampak

Kediri, Bhirawa – Sebanyak 37 siswa sekolah dasar di Kota Kediri terdampak dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Kamis (17/9/2026), malam sebanyak 10 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran, sedangkan 27 siswa lainnya menjalani rawat jalan.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, siswa yang mengalami keluhan berasal dari SDN Kampung Dalem 3 dan SDN Kaliombo. Begitu menerima informasi, Pemkot Kediri langsung mengarahkan siswa terdampak ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Sebagian kemudian dirujuk ke RSUD Gambiran.

“Yang rawat jalan tadi sudah membaik. Yang ada di Gambiran saat ini kondisinya masih pemulihan, masih ada yang muntah dan lain sebagainya. Dokter-dokter juga selalu melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi anak yang terdampak benar-benar membaik,” kata Vinanda saat ditemui di RSUD Gambiran, Kamis malam.

Untuk mengetahui penyebab kejadian, Pemkot Kediri telah berkoordinasi dengan TNI, Polri dan kejaksaan untuk melakukan investigasi. Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium.

Vinanda mengatakan penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya bakteri maupun bahan makanan yang tidak aman dikonsumsi.

“Untuk penyebabnya ini sampel masih dilakukan uji lab. Kita masih cari tahu apakah ini dari bakteri atau memang ada bahan makanan yang tidak aman untuk anak-anak,” ujarnya.

Berita Terkait :  Bersama HIPMI dan Kadin Jatim, PLN Dorong Kolaborasi Energi untuk Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Sebagai langkah awal, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut telah disuspend. Dengan keputusan tersebut, SPPG tidak beroperasi mulai Jumat (18/9/2026).

“Sudah disuspend,” tegas Vinanda.

Pemkot Kediri selanjutnya akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait tindak lanjut investigasi. Hasil uji laboratorium juga akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Sementara kegiatan belajar mengajar tetap berjalan bagi siswa yang sehat. Siswa yang terdampak diminta beristirahat hingga kondisi kesehatannya pulih.

Terkait biaya perawatan, Vinanda menyatakan Pemkot Kediri siap berkoordinasi dengan pihak terkait dan memastikan siswa terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan. Pendampingan juga akan diberikan, termasuk untuk memastikan kondisi psikologis anak-anak pascakejadian.

“Kita akan lakukan pendampingan. Kita tidak akan lepas. Ini menjadi tanggung jawab kita,” tegasnya.

Vinanda menegaskan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG akan diperkuat. Evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari sanitasi, kebersihan hingga kelayakan bahan makanan.

“Jangan sampai kejadian hari ini terulang-ulang. Karena yang jadi korban adalah anak-anak kita. Kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal, dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi,” tuturnya.

Terkait alergi makanan, Vinanda mengatakan masing-masing SPPG telah memiliki catatan mengenai siswa yang memiliki alergi. Data tersebut digunakan untuk memisahkan makanan sebelum disalurkan kepada siswa.

“Kalau punya alergi, kita sudah melakukan pengecekan. Sebelum makanan ini disalurkan, masing-masing SPPG sudah punya catatan mana yang punya alergi dan mana yang tidak punya alergi, sehingga itu dipisah,” tandasnya. [van.nov.kt]

Berita Terkait :  Rumah Sakit untuk Hewan Ternak Dinilai Sangat Dibutuhkan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!