29 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Raperda APBD Bondowoso 2027 Capai Rp1,91 Triliun, Defisit Ditutup SiLPA dan Utang Rp45 Miliar

DPRD Bondowoso, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dengan total belanja mencapai Rp1,91 triliun. Sementara pendapatan daerah dalam rancangan tersebut ditargetkan sebesar Rp1,826 triliun.

Kondisi tersebut membuat terdapat selisih antara pendapatan dan belanja yang kemudian ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp83,48 miliar. Salah satu sumber pembiayaan itu berasal dari rencana penerimaan utang daerah sebesar Rp45 miliar.

Nota penjelasan Raperda APBD 2027 tersebut disampaikan Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso di ruang Graha Paripurna, Kamis (17/9).

Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid menjelaskan, penyusunan RAPBD 2027 mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah disepakati bersama.

Adapun tema pembangunan yang diusung dalam APBD 2027 yakni “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.”

“Pengalokasian anggaran belanja daerah memperhatikan target kinerja tiap-tiap urusan pemerintahan dan difokuskan pada prioritas pembangunan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1.826.845.735.987. Angka itu terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp333.555.768.587, pendapatan transfer Rp1.445.149.813.400, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp48.140.154.000.

Di sisi belanja, Pemkab Bondowoso merancang anggaran sebesar Rp1.910.327.805.839. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi Rp1.495.741.164.498, belanja modal Rp222.115.962.205, belanja tidak terduga Rp5 miliar, serta belanja transfer Rp187.470.679.136.

Berita Terkait :  Ini Janji Emil Dardak Jika Kembali Pimpin Demokrat Jatim

“Dalam rancangan APBD 2027, pendapatan daerah Bondowoso ditargetkan Rp1,83 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,91 triliun,” tambahnya.

Untuk menutup kebutuhan pembiayaan, Pemkab Bondowoso merancang pembiayaan netto sebesar Rp83.482.069.852. Penerimaan pembiayaan ditargetkan mencapai Rp93.482.069.852.

Jumlah tersebut kata dia, bersumber dari estimasi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp48.482.069.852 dan penerimaan pembiayaan melalui utang daerah sebesar Rp45 miliar.

Rencana utang daerah tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), terutama dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sementara itu, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp10 miliar dialokasikan untuk pembentukan dana cadangan sebagai persiapan pelaksanaan Pilkada.

Bupati Hamid juga menyampaikan bahwa target PAD pada 2027 tidak mengalami penurunan dibandingkan dengan Penetapan APBD 2026 awal.

Adapun pendapatan transfer dari pemerintah pusat untuk sementara dianggarkan sama dengan alokasi tahun sebelumnya. Hal tersebut dilakukan karena rincian APBD 2027 dan pagu indikatif Transfer ke Daerah (TKD) belum tersedia secara resmi.

“Pembiayaan netto sebesar Rp83,48 miliar berasal dari SiLPA Rp48,48 miliar dan utang daerah Rp45 miliar untuk pengembangan RSUD. Sementara Rp10 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan untuk persiapan Pilkada,” pungkasnya.

Raperda APBD 2027 tersebut selanjutnya akan dibahas bersama antara Pemkab Bondowoso dan DPRD Kabupaten Bondowoso sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah. [san.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!