29 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

Semburan Berbau Gas di Sumenep Bisa Picu Kebakaran, DPRD Jatim Minta Lokasi Dijaga

DPRD Jatim, Bhirawa – Ancaman kebakaran di tengah musim kemarau membuat munculnya semburan air bercampur lumpur berbau gas di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, perlu mendapat perhatian serius.

Terlebih, genangan di sekitar lubang pengeboran sumur milik warga diketahui dapat menyala ketika terkena api.

Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura, Achmad Iskandar, meminta lokasi tersebut segera diamankan dan mendapat penjagaan. Langkah itu penting untuk mencegah warga mendekat, melakukan percobaan menyalakan api, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

“Yang paling utama adalah keselamatan warga. Kalau memang ada indikasi gas dan genangannya bisa terbakar, lokasi harus dijaga. Jangan sampai ada warga yang mencoba-coba dan kemudian terjadi kebakaran,” ujar, Kamis (17/6/2026).

Menurutnya politisi Partai Demokrat ini, kondisi musim kemarau harus menjadi perhatian tambahan. Saat kondisi lahan dan vegetasi cenderung kering, potensi api cepat menjalar apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi.

Karena itu, Iskandar mendorong pemerintah daerah bersama perangkat desa, BPBD, pemadam kebakaran, serta instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Harus ada langkah antisipasi. Minimal lokasi diberi pembatas dan ada penjagaan agar masyarakat tidak sembarangan masuk. Apalagi sekarang musim kemarau, jangan sampai ada percikan api yang kemudian merembet ke lahan,” tegasnyam

Semburan tersebut muncul saat Asdino, warga setempat, melakukan pengeboran sumur di tanah tegalan miliknya untuk mencari sumber air. Pengeboran dilakukan karena warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah Rayakan Haornas ke-42 dengan Syukuran Bersama Atlet Paralimpik

Salah seorang warga, Halim, mengatakan semburan mulai muncul ketika pengeboran mencapai kedalaman sekitar 40 meter.

“Warga di sini kaget. Kok tiba-tiba keluar air bercampur lumpur. Terus berbau gas yang cukup menyengat,” katanya, Selasa (15/9/2026).

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah dilakukan percobaan menyalakan api di genangan air yang berada di dekat lubang pengeboran. Api langsung menyambar dan menyala di atas permukaan genangan. Kobaran api bahkan disebut mencapai ketinggian sekitar dua meter.

Iskandar meminta masyarakat tidak melakukan lagi percobaan serupa. Menurutnya, kandungan gas dan tingkat bahayanya harus dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

“Jangan diuji dengan api lagi. Kalau benar ada gas yang mudah terbakar, risikonya bukan hanya pada orang yang berada di titik pengeboran, tetapi bisa merembet apabila mengenai lahan kering di sekitarnya,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mendekati titik semburan tanpa keperluan dan segera melaporkan apabila muncul perubahan kondisi, seperti semburan semakin besar, bau gas semakin kuat, atau muncul api.

“Air bersih memang kebutuhan mendesak masyarakat. Tetapi jangan sampai upaya mencari sumber air justru menimbulkan risiko baru. Keselamatan warga harus dipastikan terlebih dahulu,” pungkasnya.  [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!