Pasuruan, Bhirawa – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini merambah dunia pendidikan tingkat menengah. Sebagai langkah antisipasi sekaligus edukasi, jajaran Polres Pasuruan turun langsung menyapa para generasi muda melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Kegiatan yang menyasar ratusan pelajar tersebut digelar di Aula MAN I Pasuruan pada Selasa (15/9). Tercatat, sekitar 300 siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Bangil antusias mengikuti paparan yang diberikan langsung oleh jajaran kepolisian resort setempat.
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono menyampaikan kegiatan itu bertujuan untuk membekali para pelajar agar siap menghadapi era digital yang bergerak sangat cepat.
Menurutnya, teknologi AI saat ini semakin mudah diakses dan mulai mendominasi berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. “Sini kami gelar agar para pelajar memiliki pemahaman yang utuh mengenai perkembangan teknologi AI. Kami ingin mereka tahu bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab,” Harto di hadapan ratusan siswa, Selasa (15/9).
Dalam sesi pemaparan, para pelajar diperkenalkan dengan beragam aplikasi berbasis AI yang relevan untuk menunjang aktivitas akademik.
Mulai dari pemanfaatan teknologi untuk membantu proses riset, memperkaya referensi belajar, hingga mengoptimalkan pemahaman materi pelajaran secara interaktif. Kendati demikian, pihak kepolisian tidak menutup mata terhadap berbagai potensi ancaman di balik kemajuan teknologi tersebut.
Pihaknya secara tegas mengingatkan para siswa agar senantiasa waspada dan tidak terjebak dalam penyalahgunaan AI yang dapat berujung pada pelanggaran hukum. “Tak hanya memberikan manfaat besar dalam membantu proses belajar, AI juga menyimpan sejumlah risiko apabila digunakan secara tidak tepat. Jangan pernah menggunakan AI untuk tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” urai Harto.
Beberapa poin krusial yang disorot meliputi larangan keras menggunakan AI untuk menyebarkan informasi palsu (hoaks), memproduksi konten menyesatkan, melakukan tindakan penipuan digital hingga menyalahgunakan teknologi untuk kepentingan yang melanggar norma dan aturan hukum yang berlaku.
Melalui program literasi digital ini, Polres Pasuruan berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, namun juga memiliki fondasi etika yang kuat. Pelajar didorong untuk tetap bersikap kritis dan bertanggung jawab di tengah arus digitalisasi.
“Kami mengenalkan AI kepada adik-adik pelajar agar mereka bisa menggunakannya untuk hal-hal yang positif, khususnya mendukung kegiatan belajar. Di sisi lain, mereka juga harus paham dampak negatif yang mengintai jika teknologi ini dipakai secara tidak bijak,” tambah Harto
Di akhir kegiatan, Harto berharap adanya peningkatan indeks literasi digital di kalangan pelajar Pasuruan.
Dengan pemahaman yang komprehensif, para siswa diharapkan mampu menjelma menjadi agen perubahan yang cerdas, aman, dan bijak dalam mengarungi dinamika teknologi masa depan. “Hanya satu intinya, yaitu bijak dalam menggunakan AI dan tepat sasaran,” tegas Harto. [hil.wwn]


