27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 15, 2026
spot_img

UCAS Buka Akses Kuliah Inggris bagi Siswa Jatim


Wagub Emil Minta Siswa Kenali Jalur Masuk dan Peluang Beasiswa Kampus Inggris

Surabaya, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong siswa SMA di Jawa Timur memanfaatkan kehadiran Universities and Colleges Admissions Service (UCAS) untuk mengenal lebih jauh peluang melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris.
UCAS, lembaga yang mengelola penerimaan mahasiswa sarjana di Inggris, untuk pertama kalinya hadir di Jawa Timur melalui kegiatan roadshow ke sejumlah sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan informasi mengenai sistem pendidikan, proses pendaftaran, hingga berbagai peluang beasiswa di perguruan tinggi Inggris.

Emil mengatakan, kehadiran UCAS penting karena kompetisi masuk perguruan tinggi di Inggris bersifat internasional. Karena itu, siswa perlu memahami sejak awal mekanisme dan strategi pendaftaran agar memiliki peluang lebih besar untuk diterima.

“Tujuannya agar calon mahasiswa dari Indonesia lebih memahami bagaimana supaya sukses mendaftar, karena kompetisinya di seluruh dunia,” kata Emil usai mengisi acara di SMAN 5 Surabaya, Senin (14/9).

Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut sebanyak 11 perguruan tinggi Inggris turut hadir memperkenalkan program pendidikannya kepada siswa. Menurutnya, selama ini masyarakat lebih banyak mengenal nama-nama seperti Oxford dan Cambridge, padahal masih banyak perguruan tinggi Inggris dengan reputasi akademik yang baik.

Emil menegaskan, peluang pendidikan ke Inggris bukan berarti pendidikan tinggi dalam negeri kurang baik. Menurutnya, informasi mengenai kampus luar negeri justru penting untuk memperluas pilihan siswa dalam menentukan masa depan pendidikan. “Ini sebenarnya hanya memperluas opsi bagi anak-anak kita, mau menempuh pendidikan di mana saja silakan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pendaftaran Calon Paskibraka Surabaya 2025 Resmi Dibuka

Ia mencontohkan, siswa dapat menempuh pendidikan sarjana di Indonesia kemudian melanjutkan studi magister di luar negeri. Sebaliknya, bagi siswa yang memiliki kesempatan dan minat melanjutkan pendidikan sejak jenjang sarjana di Inggris, informasi mengenai jalur masuk dan pendanaan dapat mulai dipersiapkan sejak kelas XII.

Emil juga mengungkapkan sejumlah skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa. Selain beasiswa yang disediakan masing-masing perguruan tinggi, terdapat pula beasiswa tertentu dari pemerintah dan skema berbasis prestasi akademik.

“Macam-macam skemanya. Yang pertama kenal dulu kampusnya, lalu kemudian bisa dilihat berbagai potensi beasiswanya,” jelasnya.

Selain beasiswa yang ditawarkan perguruan tinggi, terdapat pula Chevening Scholarship dari Pemerintah Inggris yang terutama ditujukan bagi mahasiswa jenjang pascasarjana atau master degree.

Di Jawa Timur sendiri, Emil menyebut Pemprov Jatim masih memprioritaskan program beasiswa untuk pendidikan dalam negeri. Untuk pendidikan luar negeri, salah satu fokus Pemprov Jatim adalah pengiriman mahasiswa ke Universitas Al-Azhar, Kairo, yang berkaitan erat dengan ekosistem pesantren dan hubungan keilmuan ulama Jawa Timur dengan Al-Azhar.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga memiliki kerja sama pendidikan dengan sejumlah institusi internasional. Salah satunya pengembangan program magister di King’s College London yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Malang, dengan dukungan skema pembiayaan dari LPDP serta kerja sama dengan sejumlah BUMN.

Menurut Emil, berbagai jalur tersebut semakin memperluas kesempatan generasi muda Jatim untuk mengakses pendidikan berkualitas, baik di dalam negeri maupun perguruan tinggi terkemuka dunia.

Berita Terkait :  Lima Taruna Bhakti Akademi TNI-Akpol Perkuat Kedisiplinan Siswa SRT 1 Gresik

Perluas Informasi ke Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengapresiasi kegiatan UCAS bersama Konsulat Jenderal Inggris di Surabaya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjawab kebutuhan siswa yang selama ini masih belum memahami jalur dan proses untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris.

“Banyak yang tidak paham bagaimana jalurnya, bagaimana prosesnya, apakah ada beasiswa atau foundation, atau memang harus berbayar secara pribadi,” kata Aries.

Karena itu, ia berharap sosialisasi tidak berhenti di sekolah yang menjadi lokasi roadshow. Informasi mengenai peluang kuliah di Inggris, termasuk jalur pendaftaran dan skema pembiayaan, dinilai perlu diperluas ke berbagai SMA di Jawa Timur.

Aries berharap Konsulat Jenderal Inggris bersama UCAS dapat terus berkeliling ke sekolah-sekolah di Jawa Timur, khususnya Surabaya, untuk memberikan informasi langsung kepada siswa.

Sementara itu, Honorary Consul for East Java in Surabaya Ivy Kamadjaja mengatakan, bidang pendidikan menjadi salah satu pilar penting yang menghubungkan hubungan Inggris dan Indonesia.

Ia menilai kehadiran UCAS di Jawa Timur membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal sistem pendidikan tinggi Inggris secara lebih komprehensif. “UCAS ini pertama kalinya hadir di Jawa Timur. Jadi sangat membuka kesempatan yang luar biasa bagi para siswa di Indonesia, khususnya Jawa Timur, untuk lebih mengenal sistem bagaimana untuk belajar di Inggris,” katanya.

Ivy menjelaskan, UCAS memungkinkan calon mahasiswa memilih sejumlah perguruan tinggi saat mengajukan aplikasi. Untuk satu periode aplikasi, calon mahasiswa dapat memilih hingga lima universitas. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Press Release Seminar "Be The Connector" Ajak Mahasiswa untuk Membangun Personal Branding yang Mudah Didekati dan Diingat

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!