31 C
Sidoarjo
Tuesday, September 15, 2026
spot_img

Kenali Potensi ASN, Pemkot Mojokerto Gelar Program ProASN — 650 Pegawai Dipetakan untuk Kaderisasi & Pengembangan Karier

Kota Mojokerto, Bhirawa — Guna memetakan potensi dan menyusun pengembangan karier aparatur, Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan kegiatan Profiling ASN atau program ProASN. Sebanyak 650 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai jenjang — mulai jabatan fungsional hingga pelaksana — mengikuti kegiatan yang berlangsung 14–16 September 2026 di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto.

Pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pemetaan dengan tertib. Kompetensi yang dinilai meliputi kemampuan manajerial, sosiokultural, literasi digital, serta preferensi karier masing-masing pegawai.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita, Selasa (15/9/2026) menjelaskan kegiatan ini bukan tujuan akhir, melainkan tahapan penting untuk melengkapi data dalam sistem manajemen talenta ASN.

“Ini bagian dari pemenuhan tahapan manajemen talenta yang sebelumnya telah kami paparkan ke BKN RI. Jadi, profiling-nya bukan tujuannya, melainkan cara untuk mengisi komponen dalam sistem tersebut,” jelas Ning Ita.

Penerapan manajemen talenta akan memudahkan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam menata sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Mojokerto. Sebelumnya, pengisian jabatan tertentu — termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi — kerap melibatkan pihak eksternal melalui panitia seleksi. Dengan sistem ini, Pemkot akan memiliki kumpulan data bakat (talent pool) yang memuat pemetaan potensi dan kompetensi setiap ASN.

“Akan ada pengelompokan dari tingkat satu hingga delapan. SDM unggul tentu akan masuk ke tingkatan tertinggi,” ujarnya.

Berita Terkait :  BPJS Ketenagakerjaan Disnaker Gresik Cover 8,674 Pekerja Rentan

Basis data ini menjadi fondasi kaderisasi di lingkungan pemerintahan. Pemerintah dapat mengetahui kompetensi dan potensi masing-masing pegawai, sehingga pembinaan dan penempatan ke jabatan yang tepat dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kita akan tahu siapa memiliki keahlian apa, lalu dikembangkan dan ditempatkan pada posisi yang sesuai. Kompetensinya dapat dipantau dari talent pool ini,” tambahnya.

Sistem ini juga dikaitkan erat dengan pengembangan karier ASN. Pemetaan menjadi dasar pemberian kesempatan naik jenjang secara transparan dan berbasis prestasi.

“Ini adalah sistem yang dibangun agar ASN dapat berlomba secara sehat menunjukkan kemampuan, sehingga menduduki jenjang karier yang lebih tinggi berdasarkan kompetensi,” pungkas Ning Ita.  [min.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!