31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

Dispusip Surabaya Dorong Sekolah dan Perpustakaan Perkuat Ekosistem Literasi

Surabaya, Bhirawa – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mendorong penguatan kolaborasi antara sekolah dan perpustakaan untuk membangun budaya literasi yang tidak berhenti pada aktivitas membaca. Kolaborasi tersebut diarahkan agar siswa mampu memahami, mengeksplorasi, menceritakan kembali hingga menghasilkan karya dari apa yang mereka baca.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Dra. Novelija, S.H., mengatakan sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem literasi.

“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi,” ujarnya usai peluncuran buku karya siswa Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Jumat (11/9/2026).

Menurut Novelija, perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau menyimpan koleksi buku. Perpustakaan perlu menjadi ruang eksplorasi yang memungkinkan anak mengembangkan pengetahuan dan kreativitasnya.

Karena itu, karya siswa yang dihasilkan melalui kegiatan literasi sekolah dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan sekaligus sumber inspirasi bagi siswa lainnya.

“Karya siswa (Sampoerna Academy Grand Pakuwon) yang kami terima hari ini bukan sekadar menjadi koleksi, tetapi juga bagian dari ruang belajar yang dapat dibaca dan menginspirasi anak-anak lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan literasi saat ini juga berkaitan dengan penggunaan gawai. Menurutnya, teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai media belajar, tetapi tidak semestinya menggantikan aktivitas membaca maupun pendampingan orang tua terhadap anak.

Berita Terkait :  Ketua DPD RI Resmikan Ndalem Widya Asih dan Diskusi dengan Mahasiswa Fisipol UGM

Dispusip juga mendorong sekolah dan orang tua membangun kebiasaan penggunaan gawai secara bijak, termasuk memberikan pembatasan pada waktu-waktu tertentu agar anak tetap memiliki ruang untuk membaca dan berinteraksi dengan buku.

Di sisi lain, Dispusip Kota Surabaya terus memperluas akses dan layanan literasi bagi pelajar. Pada 2025, jumlah kunjungan kelompok pelajar ke perpustakaan mencapai sekitar 370 ribu orang.

Untuk menarik minat anak, perpustakaan menyediakan berbagai ruang tematik dan aktivitas eksploratif, di antaranya English Corner, Disleksia Corner, dan Korea Corner. Anak-anak juga diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan mendongeng secara interaktif dan berbagai aktivitas berbasis koleksi perpustakaan.

“Kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa. Anak-anak diajak bereksplorasi, tidak hanya membaca, tetapi juga memahami apa yang dibaca dan kemudian menceritakan kembali,” jelas Novelija.

Program penguatan literasi juga dilakukan melalui Gerakan Gendhis Sewu, yang mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus menjaring bibit penulis dan pendongeng sejak usia dini. Penjaringan tidak hanya dilakukan di perpustakaan kota, tetapi juga melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) yang lebih dekat dengan lingkungan masyarakat.

Selain layanan luring, Dispusip mengembangkan pemanfaatan koleksi secara digital. Melalui kolaborasi dengan sejumlah institusi pendidikan, koleksi digital dapat dimanfaatkan anggota perpustakaan, termasuk siswa sekolah yang bekerja sama dengan Dispusip.

Menurut Novelija, kolaborasi antara sekolah dan perpustakaan perlu terus diperkuat secara konkret. Sekolah berperan membangun proses literasi secara terstruktur, sedangkan perpustakaan menyediakan akses, koleksi, layanan, serta ruang untuk bereksplorasi dan berkarya.

Berita Terkait :  Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Sampang, Menteri PU Tekankan Percepatan dan Kualitas

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga anak-anak tidak hanya memiliki kebiasaan membaca, tetapi juga mampu memahami, mengeksplorasi, dan berani menghasilkan karya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Dra. Novelija menghadiri peluncuran buku  siswa Academi Sampoerna. Di kesempatan ini, ia juga menerima tiga buku karya siswa yakni berjudul Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar dengan ilustrasi Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice; Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy dengan ilustrasi Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra; serta Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer. Ketiga buku ini akan ditempatkan di perpustakaan milik pemerintah Kota Surabaya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!