31 C
Sidoarjo
Friday, September 11, 2026
spot_img

Peringati Literacy Day, Sampoerna Academy Grand Pakuwon Luncurkan Tiga Buku Cerita Karya Siswa

Surabaya, Bhirawa – Literasi di Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya tidak berhenti pada aktivitas membaca. Para siswa didorong mengolah pengalaman dan pengetahuan yang mereka peroleh menjadi karya. Hasilnya, tiga buku cerita karya siswa diluncurkan dalam rangkaian Literacy Day 2026 memperingati Hari Literasi Internasional ke-60.

Tiga buku tersebut masing-masing berjudul Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar dengan ilustrasi Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice; Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy dengan ilustrasi Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra; serta Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer.

Ketiga karya tersebut merupakan hasil Writing Competition yang digelar melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular yang mengangkat tema Literacy Day 2026, “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”.

Salah satu penulis Panen Kekuatan Rahasia, Aireen Angelie Effendy, siswa kelas VIII, mengatakan ide cerita tersebut berangkat dari pengalamannya melihat teman-temannya yang kurang menyukai sayuran. Ia kemudian mengemas pesan tentang pentingnya mengonsumsi sayur dan buah melalui cerita fantasi.

“Saya suka sayuran. Saya ingin mengajak teman-teman untuk menyukai sayuran melalui cerita yang menarik,” ujar Aireen, Jumat (11/9/2026) di kampus setempat.

Dalam ceritanya, tokoh anak yang tidak menyukai sayuran bertemu dengan berbagai peristiwa yang membawanya memahami manfaat mengonsumsi sayur dan buah. Cerita juga dikaitkan dengan pelajaran sains mengenai kandungan vitamin serta manfaat makanan sehat bagi tubuh.

Berita Terkait :  Pelatihan Berbasis Kompetensi, Ada Lima Jenis Pelatihan Tahap 1 Kuota 140 Orang

Menurut Aireen, proses pembuatan buku tersebut berlangsung sekitar empat minggu. Ia juga mendapat pendampingan guru untuk mengembangkan ide dan memperkaya penggunaan kosakata.

Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia sekaligus Koordinator National Subject Sampoerna Academy Grand Pakuwon, Martha Engeline Mahanani, mengatakan proses pembuatan buku memberikan ruang bagi siswa untuk berani menuangkan ide sekaligus belajar menyempurnakan tulisan.

“Anak-anak progresnya sangat bagus dalam Bahasa Indonesia. Mereka mampu membuat kalimat dengan baik. Guru menjadi mentor dan membimbing sesuai kebutuhan siswa. Kalau ada kesalahan dalam menulis, kami memberikan saran dan pandangan, tetapi yang menentukan tetap mereka,” katanya.

Menurut Martha, siswa sejak awal didorong agar tidak takut menulis. Mereka dapat memulai dari ide sederhana, kemudian mengembangkannya melalui proses penyusunan kata, menerima masukan, hingga melakukan revisi.

“Dari proses ini mereka belajar menerima ide dan menuangkannya kembali. Tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mengulik kembali dan menimbang kebermanfaatannya,” jelasnya.

National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Maharsi Palupining Rini, mengatakan kemampuan literasi perlu dibangun melalui proses belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.

“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca,” ujarnya.

Menurut Palupi, melalui proses tersebut siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, sekaligus menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan di sekitarnya.

Berita Terkait :  Unair Buka Program Beasiswa untuk Guru SMP hingga SMA Sederajat

Pemaknaan tersebut diterapkan melalui berbagai aktivitas dalam Literacy Day 2026. Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga diajak berdiskusi, berefleksi, mengeksplorasi ide, serta menuangkan pemahaman dalam tulisan dan karya kreatif.

Pembelajaran juga diperkuat melalui pendekatan STEAM dan 5C, yakni Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character. Pendekatan tersebut mendorong siswa mengolah informasi, berpikir kritis, mengembangkan ide, berkomunikasi dan berkolaborasi hingga menghasilkan karya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pembelajaran trilingual dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin memberikan kesempatan kepada siswa mengakses pengetahuan dan perspektif yang lebih beragam.

Karya-karya siswa yang terpilih kemudian dikembangkan bersama guru melalui tahapan pengembangan ide, penulisan, dan revisi hingga menjadi buku. Proses tersebut sekaligus melatih siswa menerima masukan tanpa kehilangan karakter dan suara dalam tulisannya.

Komitmen penguatan budaya literasi juga diperluas di luar lingkungan sekolah. Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya melalui penyerahan buku karya siswa kepada Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Surabaya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses bacaan anak sekaligus membuat karya siswa menjadi bagian dari ekosistem literasi masyarakat di Kota Surabaya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!