27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 8, 2026
spot_img

Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara, Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp2,5 T

Tarakan, Bhirawa. – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur dan Kalimantan Utara, Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun. Misi dagang yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9), tersebut membukukan nilai transaksi mencapai Rp2.507.940.886.000 atau sekitar Rp2,5 triliun.

Dari total itu, transaksi penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Utara mencapai Rp1.644.652.687.600, sedangkan pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Utara mencapai Rp863.288.184.400. Transaksi yang tercatat dalam Misi Dagang itu juga memperlihatkan beragam komoditas yang dapat dipertukarkan antara Jawa Timur dan Kalimantan Utara.

Dari Jawa Timur ke Kalimantan Utara, komoditas yang ditransaksikan antara lain olahan daging unggas, karkas ayam, susu dan susu sapi pasteurisasi, daging sapi, anak ayam, kambing atau domba, kepiting, produk hasil tembakau, beras, pakan ikan, perlengkapan kapal, fashion/wastra/kriya, benih hortikultura dan tanaman pangan, ayam, kopi Green Bean Robusta, waralaba bakso merah putih, pupuk organik cair, besi beton, hewan ternak sapi, serta produk kerajinan kulit.

Sementara dari Kalimantan Utara ke Jawa Timur, transaksi mencakup kayu bulat, bandeng dan bandeng tanpa duri, kepiting soka, udang dan udang windu Black Tiger, PKE (Palm Kernel Expeller), tuna, rumput laut, serta dori dan dori katsu atau patin.

Memimpin langsung misi dagang dan investasi, Gubernur menegaskan, capaian transaksi tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka dalam satu forum pertemuan. Misi Dagang yang sudah digelar tujuh kali sepanjang 2026 ini harus menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, memperkuat mata rantai pasok, membuka investasi, serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan antara pelaku usaha kedua provinsi.

Berita Terkait :  Tanah Ambles Kota Batu Merambat di Beberapa Titik, Warga Diimbau Waspada

”Semangat utama Misi Dagang Jawa Timur dan Kalimantan Utara adalah membersamai, menguatkan, meluaskan, dan mengembangkan seluruh sektor potensial yang dimiliki kedua daerah,” ujarnya.

Khofifah menyampaikan, besarnya transaksi yang tercipta menunjukkan bahwa kebutuhan pasar dan potensi produksi dari kedua wilayah memiliki ruang yang luas untuk dipertemukan. Karena itu, seluruh kesepakatan dan peluang bisnis yang lahir dari misi dagang harus segera ditindaklanjuti agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

”Kebersamaan ini akan menjadi penguat dari seluruh sektor tidak hanya ekonomi maupun perdagangan. Penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif kita ikhtiarkan bersama, tidak ada sukses sendirian, makin banyak kolega, kolaborasi, sinergi, kesuksesan akan bisa kita raih,” katanya.

Khofifah menilai kekuatan Misi Dagang tidak hanya terletak pada transaksi yang terjadi, tetapi juga pada terbentuknya jejaring antarpelaku usaha. Untuk itu, ia mendorong penguatan konektivitas antara organisasi dunia usaha di Jawa Timur dan Kalimantan Utara, termasuk IWAPI dan HIPMI di kedua provinsi.

”Contohnya antara KADIN Jatim dengan KADIN Kaltara, IWAPI Jawa Timur dan IWAPI Kaltara, HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Kaltara, sinergi dan kolaborasi di antara mereka akan menguatkan baik dari sisi penguatan pasar maupun sisi kualitas sumberdaya manusianya,” ungkapnya.

Penguatan kerja sama ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perangkat daerah maupun organisasi dunia usaha dari Jawa Timur dan Kalimantan Utara. Khofifah berharap kesepakatan yang telah dibangun segera diterjemahkan dalam aksi konkret. [ina.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!