27 C
Sidoarjo
Wednesday, September 9, 2026
spot_img

Dinkes Provinsi Jatim Minta Perusahaan Perhatikan Kesehatan Pekerja Perempuan Sidoarjo

Sidoarjo, Bhirawa. – Ratusan perusahaan yang berada di wilayah kabupaten Sidoarjo diharapkan dengan penuh kesadaran, bisa mengimplementasikan program gerakan pekerja perempuan sehat (GP2SP) di tempatnya masing-masing. Karena program ini, bertujuan untuk mendeteksi serta melayani kesehatan kepada pekerja perempuan. Karena kodratnya, pekerja perempuan, biasanya lebih rentan terserang penyakit dari pekerja laki laki.

Demikian pesan yang disampaikan oleh kasi kesehatan keluarga dan gizi masyarakat Dinas kesehatan Jawa Timur, dr Aisyah Ramadona, Selasa (8/9) kemarin, di ruang delta graha Setda Sidoarjo, saat menjadi narasumber sosialisasi implementasi GP2SP, yang digelar Dinas kesehatan Kabupaten Sidoarjo, terhadap perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Hadir dalam kegiatan itu, ada sekitar 28 perusahaan yang diundang, juga sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Apabila di perusahaan sudah ada pelayanan klinik kesehatan, mereka disarankan bisa bekerja sama dengan Puskesmas di wilayah masing-masing. Agar pekerja perempuan juga bisa mendapat pelayanan cek kesehatan gratis (CKG), juga bisa konsultasi berbagai jenis jenis penyakit. “Terutama pekerja ibu-ibu yang sedang proses hamil dan menyusui,” ujar dr Aisyah. Sehingga meski mereka bekerja kondisi tubuh mereka tetap sehat.

Bila perusahaan sudah mengimplementasikan program GP2SP, kata dr Aisyah , mereka diminta agar melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat, sebagai bahan evaluasi, atas hal-hal apa yang perlu ditingkatkan dalam peningkatan pelayanan program GP2SP ini. dr Aisyah, mengatakan kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah yang banyak berdiri ratusan industri perusahaan diakui memang tepat untuk melaksanakan program GP2SP.

Berita Terkait :  LKPJ Bupati 2024, DPRD Sumenep Sarankan Eksekutif Miliki Strategi Tingkatkan PAD

Untuk memotivasi perusahaan ini, Pemprov Jatim, kata dr Aisyah , memberikan apresiasi kepada perusahaan yang mengimplementasikan GP2SP, yang diberi nama Mitra Bhakti Husada, kepada perusahaan yang komitmen dalam melaksakan program GP2SP.

Harapannya akan banyak perusahaan yang mengusulkan ke tingkat kabupaten, syukur bisa lolos sampai ke tingkat provinsi Jawa Timur. Apresiasi akan diberikan oleh Gubernur Jawa Timur, bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) setiap tahunnya. “Tentunya perusahaan yang bisa mendapatkan apresiasi ini adalah mereka yang melaksanakan GP2SP sesuai dengan petunjuk teknis,” komentarnya.

Kabid Peningkatan Kesehatan masyarakat Dinas kesehatan Sidoarjo, dr Inensa Harap, saat membuka kegiatan mengatakan program seperti GP2SP ini, juga dilakukan untuk menekan peningkatan berkembangnya penyakit di masyarakat.

Sebagaimana data yang ada, pada Dinkes Sidoarjo tahun 2024-2025, jenis penyakit tidak menular (PTM) yang banyak muncul di kabupaten Sidoarjo diantaranya adalah, darah tinggi, diabetes melitus, jatung dan stroke, serta gagal ginjal kronik. Sedangkan penyakit menular, diantaranya ISPA dan pneumonia, demam berdarah, TBC, diare dan Hepatitis A, ISPA , merupakan penyakit khusus di Sidoarjo karena daerah ini banyak pabrik, tambak dan apalagi sempat terjadi musibah lumpur Lapindo.

Faktor yang bikin penyakit tinggi di wilayah kabupaten Sidoarjo, adalah karena kabupaten Sidoarjo merupakan kawasan industri, yang menyebabkan polusi udara dan air. Kepadatan penduduk, juga menyebabkan penyakit gampang menular. Sehingga masyarakat Sidoarjo disarankan kontinyu cek kesehatan rutin dengan datang ke layanan kesehatan yang ada, seperti di RSUD Notopuro, Puskesmas dan posyandu/Posbindu secara rutin.[kus.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!