27 C
Sidoarjo
Sunday, September 6, 2026
spot_img

Campak Mengganas 208 Kasus Tercatat di Gresik


Gresik, Bhirawa – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat 208 kasus campak sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Mayoritas penderita merupakan bayi dan anak-anak, terutama kelompok usia 1 hingga 6 tahun.

Dari 15 kecamatan yang tercatat, Kebomas menjadi wilayah dengan kasus campak tertinggi, yakni 41 kasus. Selanjutnya Menganti sebanyak 24 kasus, dan Kecamatan Gresik 23 kasus.

Data Dinkes Gresik mencatat, kasus campak juga ditemukan di Kecamatan Cerme sebanyak 23 kasus, Dukun 22 kasus. Manyar 16 kasus, Benjeng 13 kasus, Balongpanggang 10 kasus, Kedamean 9 kasus, Panceng dan Ujungpangkah masing-masing 8 kasus.

Sementara itu, Driyorejo tercatat lima kasus, Wringinanom tiga kasus, Sidayu dua kasus, dan Bungah satu kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat. Penyakit tersebut juga berpotensi menimbulkan komplikasi berbahaya, terutama pada anak yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap.

“Campak merupakan penyakit menular, yang dapat menyebar dengan cepat dan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Terutama pada anak-anak, yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap,” ujarnya.

Menurut Puspitasari, imunisasi campak atau MR menjadi salah satu langkah penting. Untuk memberikan perlindungan kepada anak, sekaligus menekan risiko penularan di masyarakat. Dinkes, mengimbau para orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi campak/MR sesuai jadwal. Imunisasi yang masih terlewat, juga diminta segera dilengkapi.

Berita Terkait :  Wakil Ketua DPRD Jatim Reses di Tlogoagung Bojonegoro, Soroti Renovasi Balai Desa, TK dan Saluran Irigasi Sawah

Selain memperkuat pencegahan melalui imunisasi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak. Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan, apabila mengalami demam disertai ruam atau bercak kemerahan, batuk, pilek, maupun mata merah.

“Segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan hindari membawa anak ke tempat ramai untuk sementara waktu guna mencegah penularan. Dan segera melapor kepada petugas kesehatan, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Jika menemukan, atau mencurigai adanya kasus campak.”jelasnya. [kim.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!