27 C
Sidoarjo
Friday, September 4, 2026
spot_img

IKK Jatim Naik 10,94 Poin dalam Empat Tahun, Khofifah: Konsumen Makin Berdaya

Pemprov Jatim, Bhirawa – Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Jawa Timur menunjukkan tren positif dalam empat tahun terakhir. IKK Jatim meningkat dari 55,40 pada 2022 menjadi 66,34 pada 2025, atau naik 10,94 poin.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin kuatnya keberdayaan masyarakat Jawa Timur dalam memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, peningkatan IKK menjadi indikator positif semakin cerdas dan kritisnya konsumen di Jawa Timur. Namun, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pelaku usaha dan penyedia layanan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Peningkatan IKK ini patut kita syukuri. Konsumen Jawa Timur semakin cerdas, kritis, dan berdaya. Hal ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pelaku usaha dan penyedia layanan agar terus meningkatkan standar kualitas, keamanan, dan transparansi,” ujar Khofifah dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data Pemprov Jatim, IKK Jawa Timur tercatat 55,40 pada 2022. Setahun kemudian, indeks tersebut meningkat menjadi 59,17 atau bertambah 3,77 poin.

Tren peningkatan berlanjut pada 2024 dengan IKK mencapai 62,68, naik 3,51 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, indeks kembali meningkat menjadi 66,34, atau bertambah 3,66 poin.

Khofifah menegaskan, konsumen yang semakin berdaya harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, kebutuhan dan kepuasan pelanggan harus menjadi pusat perhatian seluruh pelaku usaha, BUMD, koperasi, UMKM maupun penyelenggara pelayanan publik.

Berita Terkait :  Virus Nipah (NiV) Mengancam, DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Pengawasan

Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 yang mengusung semangat “Senyum Pelanggan, Senyumku Juga” dan #ThinkCustomer.

“Momentum ini mengingatkan kita bahwa pelanggan bukan sekadar penerima produk atau layanan, tetapi mitra yang harus didengar, dihargai, dilindungi, dan dilayani sepenuh hati,” katanya.

Menurut Khofifah, kepuasan pelanggan akan tumbuh ketika masyarakat memperoleh produk berkualitas, harga yang wajar, informasi yang jujur, serta pelayanan cepat dan penuh empati. Kondisi tersebut pada akhirnya akan membangun kepercayaan dan mendukung keberlanjutan usaha.

“Berorientasi kepada pelanggan berarti bersedia mendengar, memahami kebutuhan, merespons keluhan, dan terus berinovasi. Masukan pelanggan jangan dipandang sebagai beban, tetapi sebagai bahan penting untuk meningkatkan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital membuat konsumen semakin kritis dan memiliki banyak pilihan. Karena itu, kecepatan pelayanan harus diimbangi dengan akurasi, keamanan, transparansi, serta perlindungan terhadap hak konsumen.

Prinsip tersebut, lanjut Khofifah, juga berlaku dalam pelayanan publik. Masyarakat sebagai pengguna layanan berhak mendapatkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, transparan, inklusif, dan tidak diskriminatif.

“Pelayanan publik dan pelayanan usaha memiliki satu kesamaan, yaitu kepercayaan. Sekali kepercayaan tumbuh, hubungan akan semakin kuat. Karena itu, setiap petugas pelayanan harus hadir dengan kompetensi, keramahan, dan empati,” tuturnya.

Khofifah juga mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menerapkan pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan. Koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi berkembang sebagai pusat ekonomi masyarakat yang menyediakan produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau.

Berita Terkait :  Dorong Kenerja, 56 ASN Pemkot Mojokerto Naik Pangkat periode Oktober 2025

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih harus tumbuh menjadi ruang ekonomi yang dipercaya masyarakat. Produknya berkualitas, harganya terjangkau, pengelolaannya transparan, dan pelayanannya dilakukan dengan hati,” pesannya.

Khofifah menilai kepuasan pelanggan dapat mendorong masyarakat kembali berbelanja di koperasi sekaligus memperluas pasar produk unggulan desa dan UMKM lokal. Perputaran ekonomi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan lapangan kerja, pendapatan keluarga, dan kemandirian ekonomi desa.

Ia pun mengajak masyarakat menjadi konsumen yang cerdas dengan memilih produk berkualitas, mencermati informasi, menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat, serta memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang baik.

“Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan pengalaman pelayanan terbaik,” pungkasnya. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!