Gresik, Bhirawa – Peduli terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Gresik melakukan penggalangan dana.
Berkolaborasi dengan Nurul Hayat (NH) Gresik, para driver dari sejumlah aplikasi ojol turun ke jalan untuk menggalang donasi bagi warga terdampak bencana di NTT tersebut.
Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan di sejumlah titik di Gresik. Salah satunya berlangsung di Exit Tol Bunder Gresik. Aksi kemanusiaan ini melibatkan driver dari empat aplikasi, yakni ShopeeFood, Grab, Gojek, serta ACI (Aku Cinta Indonesia) Gresik, bersama Nurul Hayat.
Ketua Komunitas Go Dollar Gresik sekaligus Wakil Ketua URC ShopeeFood Gresik, Agus Taufiq Rachman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi musibah.
“Tujuannya adalah untuk membantu sesama, khususnya rakyat Indonesia,” ujar Agus, Jum’at (4/9/2026).
Menurutnya, komunitas ojol tidak semestinya hanya berorientasi pada kepentingan para pengemudi. Lebih dari itu, komunitas juga perlu memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.”Harapannya agar komunitas ojol tidak hanya untuk kepentingan para ojol, tetapi sejauh mana kepedulian kita kepada sesama. Istilahnya CSR-nya komunitas,”jelasnya.
Agus berharap gerakan tersebut dapat menginspirasi masyarakat maupun komunitas lainnya untuk ikut mengambil peran dalam membantu korban bencana.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi inspirasi yang lain untuk bisa peduli sesama,” katanya.
Ia menambahkan, penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dengan kemampuan yang dimiliki komunitas ojol. Aksi Ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama umat manusia. Penggalangan donasi tidak hanya dilakukan pada hari ini, tetapi juga dijadwalkan pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB di tiga titik, yakni Traffic Light Kebomas, Traffic Light Super Indo GKB, dan Traffic Light Exit Tol Bunder.
Sementara itu, Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik, Sholikhul Amin, S.Sos.I., mengatakan pihaknya telah bergerak membantu korban gempa NTT sejak dua hari setelah bencana terjadi. Tim Siaga Bencana Nurul Hayat langsung menuju NTT untuk melakukan asesmen dan penyaluran bantuan sesuai masa tanggap darurat. Tim kemudian menyisir sejumlah lokasi dan mendirikan posko bencana di Mbay NTT, yang menjadi salah satu titik pusat bencana.
Tim Siaga Bencana Nurul Hayat langsung menuju NTT untuk melakukan asesmen dan penyaluran bantuan sesuai masa tanggap darurat. Tim kemudian menyisir sejumlah lokasi dan mendirikan posko bencana di Mbay NTT, yang menjadi salah satu titik pusat bencana.
“Nurul Hayat menyalurkan berbagai bantuan untuk warga, mulai makanan siap saji, perlengkapan bayi, kemudian membuka dapur umum, pos kesehatan, sampai saat ini,” ungkapnya.
Menurut Sholikhul Amin, masa tanggap darurat berlangsung hingga 12 September 2026. Selama periode tersebut, Tim Siaga Bencana NH akan terus melakukan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Tidak berhenti pada masa tanggap darurat, Nurul Hayat juga berkomitmen melanjutkan pendampingan pada tahap berikutnya, yakni masa rekonstruksi.
“Setelah tanggap darurat selesai, Nurul Hayat tetap akan di sana untuk tanggap selanjutnya, yaitu rekonstruksi. NH akan memfasilitasi pembangunan musala, masjid sampai hunian sementara,”jelasnya. [eri.kt]

