32 C
Sidoarjo
Wednesday, September 2, 2026
spot_img

Emil Dardak Mulai Mainkan Kartu Anak Muda di Demokrat Jatim, Ada Nama yang Disiapkan?

Surabaya, Bhirawa – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur terpilih, Emil Elestianto Dardak, mulai memberi sinyal soal komposisi kepengurusan Demokrat Jatim periode 2026-2031.

Di balik wacana kolaborasi lintas generasi, Emil menyelipkan pernyataan menarik saat menyebut nama dr Agung Mulyono, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur.

Emil menegaskan, pengalaman dan usia tidak akan menjadi penghalang bagi kader untuk mendapatkan posisi strategis di partai.

Emil bahkan berseloroh bahwa dr Agung tidak akan mau disebut sebagai politikus tua.

“Di antaranya ada yang sangat senior tetapi masih sangat bersemangat seperti Pak Rasiyo, ada anak muda seperti Mas Naufal, ada Mbak Sri Wahyuni yang di tengah-tengah relatif masih muda juga. Dr Agung enggak akan pernah mau dibilang tua,” kata Emil, dikutip Senin (31/8/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah Emil kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2026-2031 dalam Musda VII Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu (29/8/2026).

Emil yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur itu kini menjadi ketua formatur yang bertugas menyusun kepengurusan Demokrat Jatim untuk lima tahun ke depan.

Emil memastikan penyusunan struktur kepengurusan tidak akan dilakukan dengan mengkotak-kotakkan kader berdasarkan generasi.

Menurutnya, Demokrat membutuhkan kombinasi kader senior yang memiliki pengalaman dengan kader muda yang memiliki energi dan gagasan baru.

Berita Terkait :  Pilkada Jombang, Mundjidah - Sumrambah Terima Rekom PDI-P

“Kita pada intinya ingin kader-kader yang loyal dan penuh semangat. Jadi kita tidak ingin terlalu membeda-bedakan untuk generasi. Kader-kader kita ini mewakili berbagai generasi,” ujarnya.

Nama dr Agung menjadi menarik karena politikus tersebut telah duduk sebagai anggota legislatif sejak periode 2014-2019. Saat ini, ia dipercaya memimpin Fraksi Demokrat di DPRD Jatim.

Sementara Emil menegaskan, tidak ada istilah terlalu muda maupun terlalu senior untuk menempati posisi strategis di tubuh Demokrat.

“Tidak akan pernah ada kata terlalu muda untuk seorang kader mendapat tempat strategis di Partai Demokrat,” tegasnya.

Di balik penyusunan kepengurusan baru, Emil juga membawa target politik yang lebih besar. Demokrat Jatim didorong untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif, termasuk mengirim lebih banyak kader ke DPR RI.

Emil mengatakan seluruh daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur harus menjadi ruang perjuangan bagi kader Demokrat.

“Jadi tinggal dihitung saja berapa jumlah dapil yang ada di Jawa Timur. Kita akan bekerja keras,” katanya.

Menurut Emil, kerja politik Demokrat tidak cukup hanya mengandalkan janji. Kader yang sudah duduk di lembaga legislatif harus mampu menunjukkan hasil kerja nyata kepada masyarakat.

“Yang RI-nya belum ada tapi sudah ada Dewan Provinsi di sana, maka Dewan Provinsi itu harus menjadi sebuah wujud bukti,” ujarnya. (geh.kt)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!