Atraksi peragaan jurus toya saat pembukaan Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional “Piala KONI Jawa Timur” Tahun 2026 y
Surabaya, Bhirawa
967 atlet bertanding di Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional “Piala KONI Jawa Timur” Tahun 2026 yang digelar di Fairway Nine Mall Surabaya 21 – 23 Agustus.
Para atlet yang bertanding itu dari 94 klub atau sasana yang berasal dari sembilan provinsi yakni, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jabar, Jateng, Bali, DKI Jakarta dan Banten.

Wakil Ketua III KONI Jatim Deddy Suhayadi, Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jatim H.M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom, Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim A Wahab dan tamu undangan bersama para atlet yang turun di Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional “Piala KONI Jawa Timur” Tahun 2026, Jumat (21/8).. wawan Triyanto/bhirawa
Wakil Ketua III KONI Jatim Deddy Suhayadi memberikan apresiasi ke pihak penyelenggara, selain diikuti ratusan atlet dari beberapa provinsi, event ini juga bisa menjadi ajang pembinaan dan pembibitan atlet wushu. “Sangat tepat jika kejuaraan ini digelar di Surabaya, sebab Jawa Timur adalah rumah bagi atlet wushu Indonesia, ” katanya saat membuka Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional “Piala KONI Jawa Timur” Tahun 2026, Jumat (21/8).
Pantas jika Jatim disebut sebagai rumah bagi wushu di Indonesia, sebab prestasi para atlet wushu Jatim sangat moncer, mereka berhasil meraih juara umum PON XX Papua 2021 dengan merebut 6 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Kemudian kembali juara umum di PON XXI Aceh – Medan 2024 dengan 7 emas dan 9 perak. Prestasi itu berlanjut juara umum PON Beladiri Kudus 2025 dengan 13 medali emas, 7 perak, dan 4 perunggu. “Salah satu kunci keberhasilan atlet wushu Jatim meraih prestasi itu karena berlatih langsung di China, ” katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jatim H.M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan, event ini sebagai akan dijadikan sebagai ajang talent scouting untuk mencari bibit atlet. Apalagi banyak atlet Jatim yang masih berusia muda turun di kejuaraan ini.
“Kami juga ingin memastikan setiap pembinaan atlet itu berjalan dengan baik. Karena bagaimanapun Jawa Timur adalah rumah bagi olahraga Wushu. Wushu juga menjadi salah satu cabor unggulan Jatim untuk emas di PON, ” katanya.
Selain memberikan apresiasi ke pihak penyelenggara, ia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemprov Jatim, KONI Jatim maupun semua pihak yang mendukung kegiatan ini hingga berjalan dengan baik. ‘Karena tanpa mereka juga, kita tidak mungkin bisa sampai di tahap ini,” katanya. wwn



