Pemkab Kediri, Bhirawa. – Tiga tempat ibadah berdiri berdampingan di SMPN 3 Grogol Kediri. Keberadaan Mushola Al Ikhlas, Gereja Imanuel dan Pura Widya Loka menjadi bagian dari upaya menanamkan toleransi antarumat beragama sejak dini di lingkungan pendidikan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan ketiga tempat ibadah tersebut, Rabu (19/8). Fasilitas itu dibangun secara swadaya melalui semangat gotong royong keluarga besar sekolah dan wali murid selama sekitar empat bulan.
Bupati Hanindhito mengapresiasi semangat gotong royong tersebut. Menurutnya, keberadaan tiga tempat ibadah yang berdiri berdampingan menjadi bukti tingginya toleransi antarumat beragama di Kabupaten Kediri.
“Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, toleransi antarumat beragama terbentuk dari sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.
Menurutnya, nilai tersebut telah tercermin dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Kediri.
“Toleransi antar umat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” lanjut bupati.
Tiga tempat ibadah tersebut diharapkan dapat memfasilitasi siswa dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di lingkungan sekolah. Keberadaan fasilitas itu sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk mengenal dan menghargai perbedaan.
Bupati Hanindhito menyebut keberadaan fasilitas serupa juga dapat ditemui di SD Negeri Besowo 2, Kecamatan Kepung, yang berada di wilayah timur Sungai Brantas.
Di sekolah tersebut, tempat ibadah dari sejumlah agama juga berdiri berdampingan.
“Ini artinya Kabupaten Kediri dari timur sampai barat toleransi beragama sangat tinggi,” ucapnya.
Ia berpesan agar semangat toleransi yang telah tumbuh tersebut terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pemkab Kediri, lanjut Hanindhito, siap memberikan dukungan terhadap fasilitas pendukung yang masih dibutuhkan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 3 Grogol Musiin mengapresiasi dukungan Pemkab Kediri terhadap sektor pendidikan. Ia mengatakan pembangunan tiga tempat ibadah tersebut sebelumnya merupakan impian sekolah yang kini telah terwujud.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu membentuk karakter dan spiritual siswa. Pihak sekolah juga akan melengkapi fasilitas pendukung di sekitar tempat ibadah, termasuk pemasangan paving.
“Kami berharap fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik tapi juga secara spiritual,” tandas Musiin. [van.nov.hel]



