Kota Malang, Bhirawa. – Sekolah Rakyat menjadi salah satu ikhtiar penting dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Guna memastikan program berjalan optimal, Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jawa Timur (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, turun langsung memantau pelaksanaan pembelajaran di Kota Malang, Selasa (18/8/2026).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Asep tidak hanya melihat dari dekat aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM), tetapi juga berdialog langsung dengan kepala sekolah, para pendidik, hingga para siswa. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan operasional serta memastikan proses belajar-mengajar berlangsung efektif dan kondusif.
Asep menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
“Sekolah Rakyat ini bukan hanya tentang menyediakan tempat belajar. Yang lebih penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, pembelajaran yang efektif, serta lingkungan yang mendukung mereka berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Asep di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, keberhasilan pemerataan pendidikan tidak sekadar diukur dari kuantitas siswa yang tertampung, melainkan dari kualitas proses pembelajaran, pemenuhan kebutuhan dasar siswa, pembentukan karakter, hingga lingkungan penunjang yang memadai.
Ia menambahkan, pemantauan langsung di lapangan sangat vital agar kebijakan yang dirancang pemerintah pusat maupun daerah dapat terimplementasi secara presisi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kita ingin melihat secara langsung bagaimana prosesnya, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan sekolah dan siswa, kemudian memastikan ada langkah yang bisa dilakukan bersama. Jangan sampai program yang secara konsep sudah baik, justru belum optimal saat eksekusi di lapangan,” tegasnya.
Di sela-sela interaksi, Asep turut memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak berkecil hati dan terus membangun kepercayaan diri dalam meraih cita-cita. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi paling strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.
“Anak-anak harus memiliki keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Pemerintah hadir untuk memastikan kesempatan itu terbuka,” tuturnya.
Guna menjaga keberlanjutan program, Bakorwil Malang berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi koordinasi dan fasilitasi antar-stakeholder, mulai dari satuan pendidikan, tenaga pendidik, pemerintah daerah, orang tua, hingga masyarakat luas.
“Kuncinya ada pada kolaborasi. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Bakorwil akan terus mengawal koordinasi ini karena pembangunan sumber daya manusia merupakan dasar utama kemajuan dan kekuatan wilayah Jawa Timur,” pungkas Asep. [mut.kt]


