Surabaya, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengadakan penutupan dan pameran Kulia Kerja Nyata (KKN) di Balai Pemuda Surabaya. Sebanyak 12 karya inovasi sivitas akademika Umsura telah resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta Sederhana, Selasa (11/8).
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) saat ini adalah Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. mengatakan bahwa hilirisasi riset merupakan marwah akademis yang terus dijaga pihak kampus.
“Kampus berkomitmen penuh untuk menjaga iklim riset yang solutif bagi problem riil di Jawa Timur, ini adalah wujud komitmen nyata Umsura menjadi jawaban atas persoalan masyarakat,” ucapnya.
Lanjut Prof. Mundakir mengukapkan bahwa akan terus memfasilitasi dan mendongkrak iklim inovasi, baik dari dosen maupun mahasiswa, agar melahirkan produk-produk aktual yang produktif dan berdaya guna tinggi.
Salah satu produk unggulan UM Surabaya yang menarik perhatian adalah teknologi pengolahan bongkol jagung dan sekam padi menjadi biochar. Inovasi ini juga menghasilkan asap cair yang difungsikan sebagai pestisida hayati. Hebatnya, alat penemu riset mahasiswa ini sudah diminati dan diterapkan langsung oleh masyarakat petani di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengapresiasi Umsura sangat produkti, inovasi dari prototype hingga diproduksi massal itu memang panjang dan penuh tantangan perizinan serta lisensi. “Pemprov Jatim hadir bersama BRIDA untuk membantu mengawal agar karya mahasiswa tidak berhenti di bazar, tapi benar-benar termanfaatkan oleh umum,” kata Emil.
Emil berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat, terlebih adanya Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jatim yang siap menggalang potensi riset lokal agar tidak hanya bertumpu pada keterbatasan anggaran daerah. [ren.wwn]


