34 C
Sidoarjo
Tuesday, October 6, 2026
spot_img

Jaga Sedimentasi Bendungan Sengguruh, Perum Jasa Tirta Lakukan Flushing

Kab Malang, Bhirawa – Musim kemarau seperti sekarang ini dimanfaatkan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta 1 Malang untuk melakukan flushing atau proses pembersihan bendungan, di Bendungan Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Flushing dilakukan untuk menjaga dalam mengendalikan sedimentasi di kawasan hulu Sungai Brantas sekaligus menjaga kapasitas tampungan bendungan. Sedangkan Flushing Bendungan Sengguruh 2026 ditargetkan mencapai 700 ribu meter kubik (m3) sedimen dalam waktu 10 hari mulai 5-15 Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan

Hal ini disampaikan, Kepala Divisi Jasa Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta 1 Malang Adi Bowo Kusumo, Selasa (6/10/2026), kepada wartawan. Ditegaskan, Bendungan Sengguruh merupakan infrastruktur pertama dalam sistem Sungai Brantas. Sedimen yang masuk ke bendungan salah satunya berasal dari aktivitas di wilayah hulu, termasuk Kota Batu dan Kota Malang.

“Flusing ini dalam rangka kita pengendalian sedimen di Kali Brantas hulu. Karena di dasar bendungan terdapat lumpur yang mengumpul, sehingga harus dibersihkan,”  jelasnya.

Dia mengatakan, sedimentasi kembali meningkat setelah curah hujan tinggi dan musim penghujan yang cukup panjang pada 2025. Kondisi tersebut membuat material sedimen yang masuk ke Bendungan Sengguruh cukup banyak. Dan kurang lebih tiga tahun yang lalu kita sudah melakukan flushing. Pada 2023 kita ada flushing dan sukses. Kemudian di tahun 2025 musim hujan cukup lebat dengan intensitas tinggi, yang akhirnya sedimennya cukup banyak. Dengan melalui flushing, maka sedimen digelontorkan secara terkendali untuk menjaga ruang tampungan bendungan agar tetap dapat menampung air secara optimal.

Berita Terkait :  Pj Bupati Bondowoso Tegaskan Jajaran Tak Alergi pada Insan Pers
Bendungan Sengguruh, Kec kepanjen, Kab Malang terlihat sedimentasi lumpur. Foto     : Humas Perum Jasa Tirta

“Dengan kebermanfaatan air akan menjadi maksimal jika sudah dilakukan flushing. Dan fungsi flushing untuk menjaga daya tampung pada Bendungan Sengguruh, agar mampu untuk keperluan irigasi di hilir maupun kemanfaatan yang lain, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” tutur Adi.

Menurutnya, flushing tidak memiliki jadwal rutin dengan periode tertentu. Untuk pelaksanaan berikutnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan, data teknis dan analisis lingkungan. Tidak ada pola yang pasti, karena disesuaikan kebutuhan berdasarkan data teknis dan data analisis lingkungan yang ada. Dan flushing kembali dapat dilakukan apabila hasil kajian menunjukkan kebutuhan tersebut. Namun, waktu, volume, dan teknis pelaksanaannya belum dapat ditentukan karena turut dipengaruhi kondisi alam.

Kemungkinan, kata Adi, ada flushing lagi, kapan dan bagaimana, berapa kali, itu yang tidak bisa kita tentukan sekarang. Karena disebabkan adanya faktor alam yang mempengaruhinya. Dan pihaknya  juga mengingatkan masyarakat di wilayah hilir untuk memperhatikan aspek keselamatan selama proses flushing berlangsung. Salah satu kondisi yang perlu diantisipasi adalah ketika masyarakat mencari ikan yang terdampak proses penggelontoran, namun tidak mengindahkan keselamatan pribadi.

“Secara teknis banyak orang cari ikan itu akan mudah, tapi dia kadang lalai dengan aspek keamanannya, aspek keselamatannya,” imbuhnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!