24.3 C
Sidoarjo
Wednesday, August 12, 2026
spot_img

Tinjau Sawah Kekeringan di Gresik, Mentan Siapkan Pompa dan Sumur Dangkal


Gresik, Bhirawa – Pemerintah bergerak cepat menangani ancaman kekeringan, yang melanda lahan pertanian di wilayah selatan Kabupaten Gresik. Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, turun langsung mengecek kondisi lahan pertanian di kawasan Ngablak, Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Selasa (12/8).

Dalam kunjungan didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur. Jajaran Dinas Pertanian Gresik, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti.

“Ada 200 hektare ini kita tidak boleh anggap remeh, sekecil apa pun, kita bisa memberikan solusi di lapangan. Pemerintah, harus hadir memberikan solusi secara cepat dan langsung di lapangan. Agar petani tetap dapat mengakses air, untuk mengairi sawahnya.”ujar Amran

Untuk mengatasi pemerintah menyiapkan dua skema pengairan, lahan yang masih memiliki sumber air di sekitar persawahan. Akan mendapatkan bantuan pompa untuk mengalirkan air ke area, yang mengalami kekeringan.

Sementara lahan yang tidak memiliki sumber air di sekitar persawahan, akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal. Langkah tersebut dinilai menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air, sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.

Menurut Mentan Amran, penanganan kekeringan merupakan bagian dari upaya pemerintah, menjaga produksi pangan nasional di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Berita Terkait :  Bupati Lumajang Tegaskan Tak Terbitkan Izin Minuman Beralkohol

Pemerintah tidak boleh lengah, meski kondisi produksi beras saat ini relatif aman. Untuk Jawa Timur, produksi beras mencapai sekitar 1,3 juta ton. Angka tersebut, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah.

“Alhamdulillah, saat ini untuk Jawa Timur berasnya 1,3 juta. Dan ini tertinggi sepanjang sejarah, jadi kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah,” tegas Amran.

Untuk regulasi Alsintan akan diubah, selain persoalan pengairan bahwa rencana pemerintah menyederhanakan regulasi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kebijakan tersebut disiapkan, agar buruh tani juga dapat memperoleh bantuan alat pertanian. Mekanisme pengajuan bantuan alsintan juga akan dibuat lebih sederhana, pengajuan nantinya cukup melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sehingga proses penyaluran alat, dapat dilakukan lebih cepat kepada petani yang membutuhkan.

Ditambahkan Amran, bahwa terkait kendala pembangunan kolam retensi. Telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur, meminta pemerintah daerah menyampaikan surat resmi.

“Agar persoalan tersebut dapat segera dikoordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Titik, tidak usah basa-basi, ” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, bahwa bantuan pompa akan sangat membantu petani. Khususnya di wilayah yang masih memiliki sumber air, tetapi belum mampu mengalirkannya ke lahan pertanian.

Dan Pemerintah Kabupaten Gresik, dapat bantuan meliputi 54 unit irigasi perpompaan, sembilan unit air perpipaan, dan 12 unit rehabilitasi irigasi tersier. Berharap ancaman kekeringan dapat ditekan, sehingga tidak mengganggu produktivitas pertanian, sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Gresik dan Jawa Timur. [kim.gat]

Berita Terkait :  Wabup Sukriyanto: Pemkab Pamekasan Komitmen Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!