32.2 C
Sidoarjo
Tuesday, August 11, 2026
spot_img

Sembilan Hari Jauh dari Keluarga, Kisah Relawan Pantang Pulang Sebelum Api Bromo Padam

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa  – Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya menguji fisik para petugas. Jauh dari keluarga selama berhari-hari menjadi tantangan tersendiri bagi personel pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo yang berjibaku di medan karhutla.

Salah satunya Danang Purwanto, Komandan Pos (Danpos) Unit Tongas Damkar Kabupaten Probolinggo. Ia mengaku telah berada di lokasi sejak hari pertama kebakaran terjadi, Selasa pekan lalu. Hingga Selasa (11/8/2026), Danang bahkan belum sempat kembali ke rumah.

“Saya di sini sudah sejak awal terbakar, Selasa minggu lalu, hingga saat ini belum sempat pulang. Jadi sudah sekitar sembilan hari bertugas di lapangan,” ujar Danang.

Selama menjalankan tugas di kawasan dengan medan terjal dan kondisi penuh asap, kerinduan terhadap keluarga menjadi salah satu hal yang harus dihadapi. Namun, komunikasi dengan keluarga tetap diupayakan di sela waktu istirahat setelah operasi pemadaman.

Danang mengatakan, para petugas biasanya menyempatkan diri melakukan video call pada malam hari. Selain untuk melepas rindu, komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan keluarga di rumah mengetahui kondisi mereka.

“Kalau dukanya ya kita jauh dari keluarga. Jadi selesai pemadaman, saat malam hari, kita menyempatkan waktu sedikit untuk video call keluarga di rumah. Setidaknya memberi kabar kalau kita saat ini baik-baik saja, agar keluarga di rumah tidak khawatir,” tuturnya.

Berita Terkait :  Pancasila Kompas Persatuan di Tengah Keberagaman Bangsa

Di tengah tugas yang berlangsung berhari-hari, kondisi fisik personel juga menjadi perhatian. Untuk menjaga stamina petugas, Damkar menerapkan pola pergantian regu sehingga personel memiliki waktu untuk beristirahat.

Menurut Danang, dalam satu regu terdapat seorang Danpos dan dua personel pendamping. Mereka menjalankan sistem shift secara bergantian.

“Pola tugasnya satu Danpos dengan dua personel pendamping, bergantian sistem shift satu hari bertugas dan satu hari libur atau istirahat,” jelasnya.

Perjuangan pemadaman dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Damkar Kabupaten Probolinggo, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Mereka terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Di tengah medan yang berat dan waktu tugas yang panjang, para petugas tetap bertahan hingga kondisi kawasan benar-benar dinyatakan aman dari ancaman api.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!