29.2 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

Karhutla Bromo Meluas ke Penanjakan, Luas Terdampak 520 Hektare, Wagub Jatim dan Menhut Turun Tangan

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kaldera Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kembali meluas. Hingga Minggu (9/8), luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 520 hektare, dengan titik api juga terpantau di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

Penanganan karhutla kini diperkuat melalui operasi darat dan udara. Tiga unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing, sementara pasukan gabungan terus melakukan pemadaman manual, pendinginan, patroli, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah api kembali menjalar.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan TNBTS, Minggu (9/8/2026), mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo tersebut. Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, TNBTS, Manggala Agni, pemadam kebakaran, hingga masyarakat.

Raja Juli mengatakan, pemerintah secara nasional juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, sebelumnya telah memberikan arahan khusus terkait antisipasi karhutla.

“Secara nasional, Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Kami dikumpulkan pada tanggal 28 Juli, semua kumpul. Berbagai kementerian, termasuk Panglima TNI, Kapolri, semua Kepala Staf, BMKG, BNPB,” kata Raja Juli.

Menurutnya, pemerintah harus bekerja secara maksimal menghadapi kondisi kemarau dan potensi karhutla. Ia menyebut fenomena yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” tersebut membuat sejumlah wilayah mulai menghadapi peningkatan risiko kebakaran.

Raja Juli bahkan menyebut telah melihat langsung kondisi titik api ketika melakukan kunjungan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Karena itu, pencegahan dan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi untuk menyelesaikan, mengantisipasi karhutla ini. Namun saat bersamaan, saya juga menghimbau kepada masyarakat, partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini sangat penting,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Jangan ada lagi yang bermain api—ini secara literal ya, bermain api—apakah itu putung rokok, atau yang lebih nakal lagi land clearing, terutama di luar Jawa. Itu banyak yang masih terjadi,” tegasnya.

Raja Juli juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum telah berkomitmen melakukan penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

TNBTS Ditutup Total

Khusus penanganan di kawasan Bromo, Raja Juli mengatakan penutupan total kawasan TNBTS dilakukan untuk memberikan ruang kepada seluruh personel agar fokus pada pemadaman sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.

Ia mengaku telah menginstruksikan Kepala Balai Besar TNBTS untuk menutup sementara seluruh kawasan wisata. “Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api dan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di tempat-tempat lain. Yang kedua juga soal safety, safety first,” katanya.

Menurut Raja Juli, keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut. “Kita nggak mau mempertaruhkan nyawa warga negara karena bencana ini,” ujarnya.

Penutupan tersebut sekaligus mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung di sejumlah titik.

Berita Terkait :  Ratusan Petani Rejoso Demo Tuntut Irigasi dari Bendungan Semantok

Tiga Helikopter Water Bombing

Operasi udara menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau lokasi yang sulit didatangi pasukan darat. Saat ini tiga helikopter telah dikerahkan untuk melakukan water bombing.

Raja Juli mengatakan dua helikopter sebelumnya telah beroperasi dan satu unit tambahan dikerahkan untuk memperkuat operasi udara pada Minggu.

“Tiga helikopter yang sudah beroperasi dari kemarin, dari dua hari yang lalu. Cuma memang terkendala oleh cuaca. Kemarin hanya bisa beroperasi sampai jam 13.30,” jelasnya.

Namun, kondisi cuaca pada Minggu dinilai lebih mendukung. Hingga saat Raja Juli memberikan keterangan, sebanyak 17 kali water bombing telah dilakukan dan ditargetkan mencapai sekitar 30 kali penjatuhan air.

“Alhamdulillah hari ini sangat cerah. Tadi dijanjikan akan bisa sebanyak 30 water bombing. Per tadi sudah ada 17, mungkin sekarang sudah ada perkembangan lain, tapi dihitung tadi masih ada waktu sekitar dua jam,” katanya.

Sumber air untuk operasi tersebut diambil dari kawasan Ranu Pani dan Ranu Regulo. Air kemudian dibawa menggunakan helikopter untuk dijatuhkan pada titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Raja Juli berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga operasi udara dapat berjalan maksimal.

“Mudah-mudahan supaya cuaca tetap baik supaya nanti bisa genap 30 dan titik-titik api itu bisa dipadamkan, terutama di kelerengan yang memang tidak bisa dijangkau oleh pasukan darat,” ujarnya.

Selain helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat tiga unit drone sprayer BPBD Jawa Timur. Drone tersebut digunakan untuk membantu penyemprotan air pada lereng dan lokasi yang sulit dijangkau petugas.

Api Meluas ke Penanjakan dan Dingklik

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan fokus pemadaman kini bertambah setelah ditemukan titik api di kawasan Penanjakan.

Sebelumnya, konsentrasi penanganan diarahkan ke sejumlah titik seperti Pundak Lembu dan Puncak B29. Namun, perkembangan api kemudian terlihat hingga kawasan Penanjakan yang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Fokusnya bertambah. Setelah kita fokusnya adalah di Pundak Lembu, Puncak B29, ternyata di Penanjakan juga ada titik api. Lokasinya di luar dari perimeter awal ini,” kata Emil saat ditemui di area TNBTS, Minggu (9/8) sekitar pukul 14.50 WIB.

Emil menyebut titik lain juga muncul di kawasan Dingklik, Pasuruan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan sumber daya untuk penanganan karhutla semakin besar.

“Seperti kita lihat, ada satu titik tambahan lagi. Jadi, perluasan dari titik awal, tapi ada titik di Penanjakan, tadi fokus helikopter water bombing, sekarang muncul lagi di situ di daerah Pasuruan, Dingklik namanya,” ujarnya.

Kendati demikian, Emil meminta agar dugaan mengenai keterkaitan titik api di Dingklik dengan kawasan kebakaran sebelumnya tidak mengganggu konsentrasi pemadaman.

Menurutnya, terdapat kemungkinan bara atau percikan api terbawa angin maupun material daun hingga kemudian memicu titik api di lokasi lain. Namun, penyebab dan keterkaitan antar titik tersebut masih perlu ditelusuri.

“Makanya, misalnya ada teori jangan-jangan ada percikan api yang terbawa oleh daun, kemudian bawa angin, kemudian ke situ. Saya rasa itu paralel, jangan mengganggu konsentrasi untuk pemadaman,” katanya.

Berita Terkait :  Anggota DPR Dorong Penguatan Kawasan Industri di Sidoarjo

Ia menegaskan, pemadaman harus terus berjalan sementara penelusuran penyebab diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Luas Terdampak 520 Hektare

Emil menjelaskan, luasan sekitar 520 hektare yang disebut dalam perkembangan penanganan karhutla merupakan kawasan yang terdampak, bukan berarti seluruh wilayah tersebut masih terbakar hingga Minggu.

Ia menyebut luasan terdampak terus meningkat seiring perkembangan penjalaran api dari titik awal.

“Ini bukan luas kebakaran saat ini, tapi luas yang terdampak dari kebakaran meningkat dari 250 hektare kemarin menjadi 500 hektare hari ini,” kata Emil.

Dalam perkembangan terbaru yang disampaikan dalam penanganan Minggu, luasan kawasan terdampak telah mencapai sekitar 520 hektare.

Emil mengingatkan bahwa padamnya kobaran api di permukaan belum berarti kawasan tersebut sepenuhnya aman.

Titik panas masih dapat tersimpan di bawah permukaan dan kembali memunculkan api ketika mendapat pemicu, terutama hembusan angin.

“Kalau kita pikir sudah padam, tahu-tahu tiba-tiba bisa saja terpercik api sendiri karena masih ada di bawah itu, panas. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena vegetasi alang-alang yang mengering pada musim kemarau menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Ketika angin bertiup kencang, api dapat kembali menyala dan menjalar dengan cepat.

Sekat Bakar Enam Kilometer

Untuk mencegah api kembali meluas, TNBTS juga memperkuat pengamanan melalui patroli di sepanjang sekat bakar yang dibuat di sisi selatan kawasan.

Sekat bakar tersebut memiliki panjang sekitar enam kilometer. Sebanyak 10 personel saat ini melakukan patroli menggunakan sepeda motor dan jumlahnya diupayakan bertambah menjadi 20 personel.

Patroli dilakukan untuk memastikan api tidak melewati garis pengendalian tersebut.

Operasi darat juga terus dilakukan dengan mengerahkan kendaraan pemadam kebakaran pada jalur yang dapat dijangkau. Sedikitnya tujuh unit mobil pemadam kebakaran telah melakukan penanganan, ditambah satu mobil tangki milik Pemprov Jatim.

Dua unit pemadam kebakaran tambahan dari Mojokerto dan Surabaya juga masih dalam perjalanan.

Keterbatasan alat pemadam manual menjadi salah satu kendala di lapangan. Salah satunya alat kepyok yang digunakan untuk memukul dan memadamkan api secara manual.

Emil mengatakan, meski peralatan tersebut terbatas, petugas tetap melakukan pemadaman menggunakan sarana yang tersedia, termasuk ranting pohon untuk meredam titik panas.

“Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat kepyok. Tapi dengan menggunakan ranting masih bisa dilakukan langkah-langkah untuk meredam api,” kata Emil.

Menurutnya, titik api besar yang sulit dijangkau menjadi sasaran water bombing, sementara titik panas dan api kecil harus ditangani langsung oleh pasukan darat.

“Yang besar ditangani pakai helikopter. Tapi ada titik-titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual,” ujarnya.

OMC Sulit Dilakukan

Raja Juli juga memastikan pemerintah tidak dapat mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam sepuluh hari ke depan.

Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BMKG mengenai kemungkinan pelaksanaan OMC di kawasan tersebut.

“Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC, Operasi Modifikasi Cuaca,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, strategi pemadaman Bromo akan mengandalkan dua kekuatan utama, yakni operasi udara menggunakan water bombing dan operasi darat.

Berita Terkait :  Koordinasi Gubernur dengan Pertamina Pastikan Distribusi dan Stok BBM Aman

“Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” tegas Raja Juli.

Bentuk Incident Commander

Untuk membuat penanganan lebih terstruktur, pemerintah juga membentuk struktur Incident Commander dalam operasi penanganan karhutla Bromo.

Raja Juli mengatakan struktur tersebut dibutuhkan agar seluruh kebutuhan, persoalan, dan tantangan di lapangan dapat dikoordinasikan melalui satu sistem yang lebih tertata.

“Tadi kita juga sudah rapat untuk membuat Incident Commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaannya lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur,” katanya.

Dengan struktur tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam pemadaman sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Pasalnya, potensi kebakaran masih harus diwaspadai hingga akhir Oktober seiring berlangsungnya musim kemarau.

Penyebab Diserahkan ke Penegak Hukum

Mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran, Raja Juli belum memberikan kesimpulan. Ia mengatakan penelusuran penyebab dan kemungkinan adanya pelanggaran hukum akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. “Ya nanti kita serahkan kepada Gakkum ya, penegak hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Emil mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan api dapat dikendalikan. Dugaan penyebab maupun keterkaitan antara satu titik api dengan titik lainnya akan ditelusuri oleh pihak yang memiliki kewenangan.

Pemda Siapkan Edukasi Masyarakat

Bupati Probolinggo Gus Haris mengatakan pemerintah daerah siap memperkuat edukasi kepada masyarakat sekitar kawasan TNBTS sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, edukasi tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan, termasuk masyarakat Tengger.

“InsyaAllah kami nanti dari pemerintah daerah siap kita akan melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar. Ini yang paling penting, karena ini kan juga bukan hanya terkait dengan wisatawan mungkin, tetapi edukasi terhadap masyarakat sekitar, masyarakat Tengger, dan lain sebagainya,” kata Gus Haris.

Selain edukasi, pemerintah daerah juga berharap tersedia pemetaan kawasan berisiko serta sistem peringatan dini yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kejadian serupa ke depan.

Ia memastikan Pemkab Probolinggo siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

“Yang kita harapkan tadi, sebenarnya ada peta-peta risiko, ada early warning untuk ke depan. InsyaAllah nanti kami siap pemerintah daerah untuk support penuh agar ini kemudian tidak terjadi lagi, minimal meminimalisir,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem dan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, seluruh unsur diminta tetap waspada.

Pemadaman tidak hanya diarahkan untuk menghilangkan kobaran api, tetapi juga memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran serta mencegah penjalaran ke kawasan lain.

Sementara itu, seluruh akses kunjungan wisata Bromo melalui lima pintu masuk, yakni Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, masih ditutup sementara hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Balai Besar TNBTS.

Penutupan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemadaman dan memastikan keselamatan masyarakat maupun wisatawan selama kondisi karhutla masih berlangsung.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!