32.8 C
Sidoarjo
Sunday, August 9, 2026
spot_img

IKAPETE Gelar Halaqah Kebangsaan Dan Qanun Asasi di Gedung MPR-RI

Jakarta, Bhirawa –Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menggelar Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di gedung MPR-RI, Jakarta, Sabtu (08/08). Sebelum memasuki agenda utama berupa diskusi dan Halaqah Kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran tiga buku yang membahas Qanun Asasi.

Tiga buku tersebut masing-masing adalah Transformasi Nilai-Nilai Qanun Asasi NU karya Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, serta dua karya KH. Abdul Hakim Mahfudz, yakni Syarah Kitab Al-Qanun Al-Asasi dan Terjemah Al-Qanun Al-Asasi.

Acara yang dihadiri sekitar 1200 peserta tersebut diikuti oleh jajaran PC dan PW IKAPETE, PCNU dan PWNU dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara juga diikuti sejumlah instansi pemerintah.

Ketua Panitia Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi, KH Chamim Kahari menjelaskan, kegiatan ini dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.

Dia mengatakan, persiapan kegiatan dilakukan bersama jajaran IKAPETE sejak dua pekan sebelum pelaksanaan.

“Persiapan kegiatan ini kami konsep dan persiapkan sejak dua minggu lalu bersama seluruh jajaran IKAPETE,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena persiapan yang cukup singkat, panitia pada awalnya hanya menyebarkan sekitar 500 undangan. Namun, antusiasme peserta ternyata jauh melampaui perkiraan.

“Kami hanya menyebarkan sekitar 500 undangan. Tetapi ternyata yang hadir sampai 1200 orang, yang terdiri dari berbagai PC dan PW IKAPETE, PCNU dan PWNU dari berbagai wilayah di Indonesia, serta beberapa instansi pemerintah,” bebernya.

Dia menyampaikan, kegiatan Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi tidak hanya dimaksudkan sebagai forum diskusi, namun juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai kebangsaan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU).

Berita Terkait :  Sinergi BPH Migas dan PGN, Pastikan Pasokan Gas Bumi Aman Selama Nataru

Menurutnya, Qanun Asasi yang disusun Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari dapat menjadi salah satu pijakan penting dalam membaca kembali arah perjuangan NU sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.

“Diselenggarakannya kegiatan Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi ini juga untuk mengingatkan kembali bagaimana kompas Nahdlatul Ulama dibangun oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melalui Qanun Asasi tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap, nilai-nilai yang terkandung dalam Qanun Asasi tidak berhenti sebagai pengetahuan, namun dapat diaktualisasikan dalam kehidupan organisasi, kepemimpinan, dan kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Ketua Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Masykuri, menegaskan bahwa, IKAPETE merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pesantren Tebuireng.

Dia menyampaikan, keberadaan alumni yang telah tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara, menjadi bagian penting dari kontribusi Pesantren Tebuireng dalam membangun bangsa dan negara.

“Kami sampaikan bahwa Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun bangsa dan negara,” ungkapnya.

“Alumni Pesantren Tebuireng telah tersebar bukan saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” imbuhnya.

Dia menegaskan, Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi merupakan salah satu bentuk tekad alumni Pesantren Tebuireng untuk terus menghadirkan kajian dan gerakan yang berorientasi pada pembangunan bangsa dan negara.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengasuh pesantren yang telah menghasilkan sebuah tulisan atau ramuan dari berbagai karya yang berserakan yang telah ditulis oleh Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan saat ini sudah ada di hadapan bapak dan ibu sekalian,” pungkasnya. [rif.kt]

Berita Terkait :  Jadi Episentrum Arus Mudik Nasional, Menhub RI Cek Kesiapan Angkutan Lebaran di Jawa Timur

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!