27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Langkah Nyata Menghadirkan Layanan Kesehatan Tanpa Batas di Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Gus Fawait Hadirkan Home Care dengan 1.200 Nakes

Pemkab Jember, Bhirawa. – Di balik lahirnya Program Home Care Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, tersimpan sebuah kenangan yang tak pernah hilang dari ingatan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Saat masih kecil dan tumbuh di sebuah desa, ia kerap menyaksikan tetangga-tetangganya memilih bertahan menahan sakit di rumah. Bukan karena biaya berobat yang mahal, melainkan karena mereka tak sanggup menanggung ongkos menuju puskesmas atau rumah sakit. Bahkan ketika pemerintah telah menyediakan surat keterangan miskin, tetap saja banyak warga enggan berobat.

Pengalaman itulah yang kemudian membentuk cara pandangnya tentang pelayanan kesehatan. Baginya, negara tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang meminta pertolongan, tetapi harus hadir dan mendatangi mereka yang membutuhkan.

“Yang membuat mereka tidak berangkat bukan karena biaya berobatnya, tetapi ongkos menuju rumah sakit, harus meninggalkan pekerjaan, dan keluarga yang ditinggal juga kehilangan penghasilan. Itu yang terus saya ingat sampai sekarang,” tutur Gus Fawait.

Berangkat dari pengalaman tersebut, lahirlah Program Home Care, sebuah layanan kesehatan yang membawa dokter dan tenaga medis langsung ke rumah warga.

“Kalau orang yang mampu punya dokter keluarga, maka keluarga yang tidak mampu juga harus punya dokter keluarga. Itulah semangat keadilan sosial yang ingin kami wujudkan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Kenalkan Meaningfull Public Participation melalui Forum Bakohumas Menuju Pemerintahan Demokratis dan Transparan

Bagi Gus Fawait, Home Care bukan sekadar inovasi pelayanan kesehatan, melainkan ikhtiar menghadirkan negara di tengah masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis.

Program ini juga menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Jember sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menekan angka kemiskinan melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemkab Jember menerjunkan sebanyak 1.200 tenaga kesehatan yang bertugas mendatangi rumah-rumah warga prioritas. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan penanganan awal, sekaligus menentukan apakah pasien memerlukan layanan lanjutan.

Apabila dibutuhkan, pasien dapat langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis maupun subspesialis melalui layanan telemedicine atau panggilan video yang terhubung dengan tiga rumah sakit milik pemerintah.

Tak berhenti di situ, obat-obatan juga diantar langsung ke rumah pasien sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi ataupun kehilangan penghasilan karena harus meninggalkan pekerjaan.

Namun, menurut Gus Fawait, Home Care memiliki misi yang jauh lebih luas daripada sekadar mengobati penyakit.

Saat petugas datang ke rumah warga, mereka juga akan memotret kondisi sosial keluarga. Jika ditemukan keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah akan segera menyalurkan bantuan sembako.

Begitu pula apabila rumah yang ditempati dinilai tidak layak huni, keluarga tersebut akan diusulkan memperoleh bantuan program rehabilitasi rumah dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Berita Terkait :  Bupati Sampang Sidak Peningkatan Layanan RSUD Moh Zyn

“Ketika tulang punggung keluarga sakit, biasanya bukan hanya kesehatan yang terganggu, tetapi ekonomi keluarga juga ikut terdampak. Karena itu Home Care memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Pada tahap awal, program ini diprioritaskan bagi lima kelompok masyarakat, yakni lansia yang hidup sendiri, balita stunting, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas dengan penyakit penyerta, serta warga miskin ekstrem yang menderita penyakit kronis.

Meski demikian, masyarakat di luar kelompok prioritas tetap dapat mengakses layanan melalui hotline Wadul Gus’e, yang telah disosialisasikan kepada masyarakat.

Gus Fawait memastikan seluruh layanan Home Care diberikan secara gratis. Bahkan, program ini dijalankan tanpa pengadaan kendaraan baru. Pemerintah memanfaatkan armada operasional milik organisasi perangkat daerah (OPD) agar anggaran tetap efisien dan lebih banyak dialokasikan untuk pelayanan masyarakat.

“Mobilnya bukan mobil baru. Kita memanfaatkan kendaraan yang sudah ada agar anggaran lebih efisien. Yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Jember telah mencapai sekitar 80 persen atau berstatus Universal Health Coverage (UHC).

Namun, Gus Fawait menegaskan kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum aktif tidak akan menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan layanan Home Care.

“Home Care saya pastikan gratis. Yang paling penting adalah negara hadir ketika masyarakat membutuhkan. Inilah wujud nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (geh*)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!