27.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Sasar ATS, MPLS Pendidikan Jarak Jauh Bekali Murid Bangun Kemandirian Belajar


Kemendikdasmen, Bhirawa – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diikuti lebih dari 7 ribu anak tidak sekolah (ATS) jenjang Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2026/2027 di Jakarta, resmi dibuka Kemendikdasmen, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi masa transisi bagi murid untuk beradaptasi dengan model pembelajaran PJJ serta mendukung kesiapan mereka dalam belajar secara mandiri.

MPLS PJJ dibuka langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Dalam sambutannya, Wamen Fajar menyebut, PJJ merupakan inovasi layanan pendidikan yang ijazahnya sama dengan ijazah formal sehingga para murid diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh hingga menyelesaikan pendidikannya. Hal ini mengingat asas pembelajaran PJJ yang bersifat fleksibel dan menuntut motivasi tinggi dalam belajar secara mandiri.

“PJJ ini adalah jembatan emas untuk menikmati layanan pendidikan yang kualitasnya sama. Dari MPLS PJJ ini, adik-adik diharapkan dapat menguatkan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan sampai tuntas,” ujar Wamen.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan MPLS PJJ tidak sekadar kegiatan pengenalan lingkungan belajar, tetapi juga fondasi awal menyiapkan murid untuk menjalani pembelajaran PJJ yang secara karakteristik berbeda dengan model pembelajaran tatap muka pada umumnya. Selain itu, MPLS juga menjadi kesempatan bagi sekolah penyelenggara untuk mengenali karakteristik dan kebutuhan belajar setiap murid sehingga layanan pembelajaran dapat disesuaikan secara optimal.

Berita Terkait :  Ajak Praja IPDN Jadi Game Changer dan Pemimpin Humanis

“MPLS PJJ ini memperkenalkan tiga aspek utama, yaitu kemandirian, literasi digital, serta platform pembelajaran yang akan digunakan selama proses mereka belajar nantinya. Untuk sekolah induk dan mitra, momen MPLS PJJ ini menjadi ajang untuk memetakan kebutuhan murid yang bervariasi sehingga layanan pendidikan yang diberikan optimal,” kata Dirjen Tatang.

Dirjen Tatang juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang telah mendukung PJJ Jenjang Pendidikan Menengah sebagai upaya bersama untuk mengembalikan anak ke sekolah dan mewujudkan Wajib Belajar 13 Tahun.

Di Jawa Timur, implementasi PJJ diperkuat melalui pembentukan Gugus Tugas Penyelenggaraan PJJ, penetapan sekolah induk dan sekolah mitra, penyusunan strategi implementasi, serta sosialisasi kepada masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menilai langkah tersebut menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.

Lebih jelas Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menjabarkan sebanyak 124 ATS diusulkan unuk mengikuti program ini. Dengan 109 orang telah lulus tahapan verifikasi dan siap belajar sedangan 15 calon murid lainnya masih dalam proses verifikasi. Capaian ini pun menjadikan Jawa Timur berada di peringkat pertama jumlah peserta terbanyak PJJ.

Aries menilai jumlah ATS masih menjadi tantangan nasional meskipun pemerintah telah menghadirkan berbagai layanan pendidikan, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), program kejar paket, hingga sekolah terbuka.

“Sebagai ikhtiar pemerintah, tahun ini Kemendikdasmen meluncurkan program PJJ sebagai alternatif untuk memperluas akses pendidikan bagi anak tidak sekolah. Kami menyambut baik dengan melakukan penjaringan secara masif dari rumah ke rumah. Alhamdulillah, 124 calon murid yang kami usulkan merupakan yang terbanyak di seluruh Indonesia,” ujar Aries, Senin (3/8).

Berita Terkait :  Wali Kota Surabaya Instruksikan Program Edukasi Khusus bagi Pelajar

Menurut Aries, Dindik Jatim menginstruksikan seluruh cabang dinas pendidikan untuk melakukan pendataan ATS secara intensif, terutama di daerah yang memiliki angka ATS cukup tinggi. Penjaringan dilakukan dengan dua mekanisme, yakni mendatangi langsung masyarakat (door to door) maupun melalui pendaftaran langsung oleh calon peserta. Setelah itu, seluruh data diverifikasi oleh Kemendikdasmen

Sebagai informasi, MPLS PJJ diselenggarakan secara daring di 32 sekolah induk penyelenggara PJJ yang tersebar di 32 provinsi. Selama kegiatan berlangsung, murid memperoleh pengenalan mengenai pembelajaran jarak jauh, tata tertib akademik, pemanfaatan _learning management system (LMS), aplikasi konferensi video, media komunikasi, serta berbagai sumber belajar digital yang digunakan selama proses pembelajaran. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!