27.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Khofifah Sebut Langkah Intervensi Jaga Daya Beli Warga, Pasar Murah Pemprov Jatim di Kota Pasuruan

Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemprov Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemkor Pasuruan menggelar kegiatan pasar murah di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (5/8) sore. Langkah itu diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menekan tingkat inflasi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut.

Selain memantau alur distribusi bahan pangan, Khofifah turut menyapa warga yang telah memadati lokasi sejak siang hari. Khofifah menegaskan penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau merupakan komitmen Pemprov Jatim untuk merespons fluktuasi harga komoditas pangan di pasaran.

“Intervensi harga melalui pasar murah ini sangat penting untuk memastikan keterjangkauan dan ketersediaan komoditas pokok bagi masyarakat. Harapan kita, langkah ini bisa menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” ujar Khofifah.

Pelaksanaan pasar murah ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Pasuruan, terutama kelompok ibu rumah tangga. Antusiasme yang tinggi membuat antrean mengular panjang beberapa jam sebelum loket penjualan resmi dibuka.

Sejumlah komoditas pangan utama dijual dengan selisih harga cukup signifikan dibanding pasar konvensional. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dibanderol seharga Rp 55.000, beras premium 5 kilogram seharga Rp 70.000, serta telur ayam seharga Rp 20.000 per kilogram yang menjadi salah satu komoditas paling banyak diburu.

Berita Terkait :  Diperkuat Megawati, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Optimis Juara Proliga

Selain itu, tersedia pula stok bawang merah, bawang putih, gula pasir, daging ayam, hingga cabai. Husniah, seorang warga Mayangan, mengaku rela datang lebih awal demi mengamankan komoditas yang dibutuhkannya. “Lebih murah daripada beli di pasar. Telur saja Rp 20.000, beras juga murah. Tapi pembeliannya dibatasi, hanya boleh beli satu,” terang Husniah.

Hal senada disampaikan Fatimah, warga Panggungrejo ini yang bertahan dalam antrean selama hampir tiga jam demi mendapatkan paket sembako murah. “Saya antre hampir tiga jam. Capek memang, tapi tidak apa-apa karena harganya jauh lebih murah dibanding di pasar. Semoga kegiatan pasar murah seperti ini bisa lebih sering diadakan,” tutur Fatimah.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!