Pemkab Gresik, Bhirawa. – Sebanyak lima Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) akan ditempatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik selama lima hari. Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul saat berkunjung di SRT 1 Gresik, Senin (3/8/2026) pagi.
Kehadiran Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akpol, jelas Gus Ipul, tidak hanya di SRT 1 Gresik saja, melainkan di seluruh SR di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. “Setiap titik akan ditempatkan lima taruna untuk menjadi role model kedisiplinan dan melatih manajemen hidup bersama,” terangnya.
Dalam pendampingannya nanti, ada tujuh hal yang akan dikuatkan oleh taruna selama di SR. Di antaranya kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan kebangsaan, ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara serta kegiatan keagamaan.
Sementara itu, dalam kunjungannya di SRT 1 Gresik, Gus Ipul didampingi Kepala Dinsos Jatim Dra Restu Novi Widiani MM, melihat langsung proses persiapan makan snack pagi yang dilakukan para siswa. Mulai dari penyajian hingga kebersamaan siswa dalam berdoa hingga makan bersama.
Di sela-sela kunjungannya, Gus Ipul juga berdialog langsung dengan siswa, baik siswa yang sudah memulai dulu sekolah di SR tahun 2025 maupun siswa baru. Dalam dialognya, Gus Ipul memastikan setiap siswa bisa belajar dengan nyaman dan tenang, terlebih dapat betah tinggal di asrama.
SRT 1 Gresik telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Jumat (31/7/2026). Total terdapat 405 siswa yang terdiri atas 75 siswa pindahan dari Sekolah Rakyat rintisan yakni SR Menengah Atas (MA) 37 Gresik, 60 siswa titipan dari SRMA 25 Lamongan, serta 270 siswa baru yang akan menempuh pendidikan di SRT 1 Gresik.
Gus Ipul menyampaikan, SR menjadi salah satu strategi dalam memutus rantai kemiskinan. Mengingat, selain anaknya dapat sekolah gratis di SR, keluarganya juga akan mendapat perhatian dari pemerintah. “Jadi anaknya lulus sekolah, orang tua dapat mandiri dan lebih sejahtera,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang siswa SRT 1 Gresik, Khanza mengatakan, dirinya sangat senang tinggal di asrama dan sekolah di SRT 1 Gresik. Selain lingkungannya yang nyaman, Khanza mengaku dapat lebih mandiri. “Saya senang tinggal di sini. Lingkungannya nyaman, saya juga bisa belajar mandiri dan melakukan banyak hal sendiri,” katanya.
Dengan adanya pendampingan Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akpol, keberadaan SR diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan dan kemandirian siswa. Pendampingan tersebut diharapkan turut memperkuat lingkungan pendidikan di SR agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki masa depan lebih baik. [rac,kim.fen]



