31.1 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Dari Webinar ke Rak Internasional, Strategi Jawa Timur Dorong Produk Halal Go Global

Pemprov Jatim, Bhirawa – Provinsi Jawa Timur memasang target strategis untuk mendorong produk halal lokal menembus pasar internasional melalui misi dagang bertahap. Alih-alih langsung mengirim sampel atau membuka stan pameran, Disperindag Jatim memulai proses dengan edukasi dan penjajakan pasar melalui webinar yang dipandu konsul perdagangan RI di negara tujuan.

Langkah berjenjang, yaitu webinar, pitching, business matching, dan pertemuan tatap muka atau pameran, dirancang untuk memastikan produk halal IKM memenuhi standar dan kebutuhan pasar tujuan.

Program Misi Dagang Provinsi Jawa Timur menempatkan kurasi ketat sebagai pintu masuk. Untuk produk halal, kriteria yang biasa diperiksa meliputi, sertifikasi halal resmi sesuai standar negara tujuan

Kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan pelabelan internasional. Kemasan dan formulasi yang sesuai preferensi konsumen Muslim di pasar target misalnya, bahan, tanggal kadaluarsa, bahasa label. Kapasitas produksi dan kontinuitas pasokan untuk memenuhi permintaan buyer besar.

Lucky, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim yang mewakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, menjelaskan implementasi atau mekanisme yang dilakukan oleh pihaknya.

“Langkah awal adalah memastikan IKM paham kebutuhan pasar. Sertifikasi halal bukan sekadar label, itu kunci akses ke jaringan distribusi dan konsumen yang lebih luas,” katanya, Senin (3/8/2026).

Provinsi Jawa Timur menyasar beberapa pasar prioritas untuk produk halal. Diantaranya adalah Negara Jepang. Menurut Lucky, meningkatnya permintaan produk halal, terutama makanan olahan, seafood halal, dan produk niche seperti edamame olahan untuk konsumen Muslim dan segmen wisatawan.

Berita Terkait :  Wabup Bondowoso Ajak Perkuat Persatuan dan Implementasi Nilai Kebangsaan

Malaysia dan negara ASEAN, pasar tradisional yang akrab dengan produk halal, pameran seperti MIHAS (Malaysia International Halal Showcase) menjadi platform efektif untuk business matching.

Timur Tengah dan negara-negara Asia non-Muslim dengan populasi Muslim signifikan, peluang untuk produk makanan olahan, minuman halal, serta bahan baku makanan.

Peran konsul perdagangan dan sinergi pemangku kepentingan, artinya, Konsul perdagangan di perwakilan RI berfungsi sebagai ujung tombak pengenalan pasar. Konsul menjadi pemandu dalam webinar, memberikan insight preferensi pembeli dan menghubungkan eksportir dengan importer atau distributor lokal.

“Disperindag Jatim memfasilitasi proses kurasi, pendampingan pitching, dan pengaturan business matching, termasuk pembiayaan perjalanan dan akomodasi untuk IKM terkurasi,” kata dia menambahkan.

Selain KBRI dan KJRI dan konsul perdagangan, kolaborator lain meliputi bank dan lembaga pembiayaan untuk solusi modal, asosiasi eksportir untuk mentoring standar ekspor, serta ITBC atau pelaku industri lokal untuk penguatan rantai pasok.

Dari edukasi ke kontrak, ada beberapa tahapan yang menambah peluang sukses para pelaku IKM. Model bertahap memberi keuntungan praktis bagi produk halal.

Fase pertama, webinar bagi para IKM mendapat informasi persyaratan negara tujuan, tren konsumsi halal, serta regulasi impor.

“Pada fase kedua, yaitu pitching produk disesuaikan oleh pendamping berdasarkan masukan konsul perdagangan, aspek kemasan, variasi produk, dan portofolio dievaluasi,” jelasnya.

Berikutnya, kata Lucky, adalah business matching. Fase ini adalah program pertemuan dengan buyer yang relevan menghasilkan MoU atau negosiasi lanjutan. “Kemudian ada fase tatap muka dan pameran. Finalisasi kontrak dan uji pasar langsung, memberi peluang skala pesanan lebih besar,” ujarnya.

Berita Terkait :  Percepat Swasembada Energi, Wamen Diana dan Wamen ESDM Bahas KPBU PLTA

Lucky juga mencontohkan sukses dan dampaknya pada pelaku IKM. Pada Festival Ekspor 2025, keberhasilan pembukaan kontrak bagi IKM menunjukkan efektivitas model ini. “Untuk produk halal, dampak serupa potensial besar, masuknya produk halal Jawa Timur ke jaringan ritel dan distributor internasional dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, olahan makanan, serta produk kemasan lokal,” jelas dia.

Pendekatan bertahap misi dagang Jawa Timur memberi jalan realistis bagi produk halal menembus pasar global. Dengan kurasi ketat, peran konsul perdagangan, dan dukungan lintas pemangku kepentingan, IKM halal berpeluang tidak hanya memasuki pasar, tetapi juga membangun kontrak bernilai yang berkelanjutan. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!