32.6 C
Sidoarjo
Saturday, July 25, 2026
spot_img

Jembatan Plapar Diperbaiki Rp5 Miliar, DPRD Jatim Minta Pengawasan Kendaraan Diperketat Sesuai Pergub Kelas Jalan

DPRD Jatim, Bhirawa – Perbaikan Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kabupaten Ponorogo, yang menjadi jalur utama penghubung Ponorogo-Pacitan, dikebut setelah fondasi dan taludnya rusak tergerus banjir. Dengan anggaran hampir Rp5 miliar, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir September 2026.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Atika Banowati, meminta pengerjaan perbaikan tidak molor. Selain itu, ia mengingatkan agar pengawasan terhadap kendaraan yang melintas diperketat, terutama terkait batas tonase dan kelas jalan sesuai Pergub Jatim terbaru.

Menurutnya, aturan mengenai kelas jalan harus benar-benar diterapkan di lapangan. Kendaraan dengan muatan yang tidak sesuai ketentuan berpotensi memberikan beban berlebih terhadap konstruksi jalan dan jembatan, termasuk Jembatan Plapar yang saat ini tengah dalam proses perbaikan.

“Harapannya tentu bisa selesai sesuai target, sehingga akses masyarakat kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas warga terlalu lama,” ujar Atika saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Politikus Partai Golkar itu juga meminta pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar diperketat. Ia menegaskan, pembatasan tonase bukan hanya berlaku selama proses perbaikan berlangsung, tetapi harus menjadi bagian dari upaya menjaga umur dan keselamatan infrastruktur jalan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai kendaraan yang melintas melebihi kapasitas atau tonase yang sudah ditentukan. Ini penting untuk menjaga keamanan jembatan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Atika menambahkan, penerapan Pergub Jatim tentang kelas jalan harus diikuti dengan pengawasan yang konsisten, termasuk terhadap kendaraan yang berpotensi melanggar ketentuan tonase. Dengan demikian, kerusakan infrastruktur akibat beban kendaraan berlebih dapat ditekan.

Berita Terkait :  Bupati Sampang Serahkan Nota Raperda RPJMD 2025-2029

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengalokasikan anggaran belanja tak terduga (BTT) hampir Rp5 miliar untuk menangani kerusakan oprit fondasi dan talud Jembatan Plapar.

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur, Agus Sutanto, mengatakan pekerjaan perbaikan telah dimulai sekitar dua pekan lalu. Penanganan dilakukan untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

“Perbaikan sudah dimulai sekitar dua pekan lalu dengan anggaran hampir Rp5 miliar yang bersumber dari belanja tak terduga,” kata Agus di Ponorogo, Jumat.

Menurutnya, pekerjaan diprioritaskan pada bagian oprit dan talud jembatan yang mengalami penurunan akibat gerusan aliran sungai. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kerusakan yang lebih parah.

Agus menjelaskan, kerusakan Jembatan Plapar dipicu ambrolnya cek dam milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai menggerus tanah di sekitar fondasi jembatan.

“Kalau tidak segera ditangani, oprit akan terus turun dan tanah di sekitar jembatan berpotensi longsor,” ujarnya.

Perbaikan Jembatan Plapar ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton dilarang melintasi ruas Ponorogo-Pacitan guna mengurangi beban terhadap konstruksi jembatan.

Kendaraan bertonase besar sementara dialihkan melalui jalur Wonogiri sesuai rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah daerah bersama pihak kepolisian.

Jembatan Plapar yang dibangun pada 2014 merupakan salah satu jalur utama penghubung Kabupaten Ponorogo dan Pacitan. Penanganan darurat dilakukan agar akses transportasi tetap berfungsi dan tidak terputus, terutama saat memasuki musim hujan. (geh.kt)

Berita Terkait :  Optimalkan Pelabuhan Hijau, Petrokimia Wujudkan Logistik Pupuk Efisien Swasembada Pangan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!