27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 22, 2026
spot_img

Reaktivasi Jalur KA Tapal Kuda Mulai Dikaji, Pemkab Bondowoso Siapkan Dukungan

Pemkab Bondowoso, Bhirawa. – Rencana menghidupkan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Bondowoso, Situbondo hingga Jember mulai memasuki tahap kajian. Pemkab Bondowoso bersama Kementerian Perhubungan dan sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi di Peringgitan Pendopo RBA, Senin (21/9).

Rakor tersebut untuk memetakan langkah strategis reaktivasi jalur kereta api di kawasan Tapal Kuda. Yang mana pengkajian itu menjadi tahapan awal untuk mengetahui kondisi jalur dan aset perkeretaapian yang masih tersedia, sekaligus memetakan berbagai aspek yang diperlukan sebelum reaktivasi dilakukan.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan reaktivasi jalur kereta api bukan semata-mata menghidupkan kembali jalur lama. Menurutnya, keberadaan transportasi berbasis rel dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Reaktivasi jalur kereta api ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antar daerah, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Tapal Kuda,” ujarnya.

Menurutnya, transportasi kereta api dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa antardaerah. Konektivitas tersebut juga dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan Bondowoso.

Rencana itu juga disebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bondowoso 2025-2029, yakni mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.

Berita Terkait :  Medan Sulit, Personel Satgas TMMD Ke-127 Situbondo Kompak Angkut Material Bersama Warga

Bupati Hamid menambahkan, rapat koordinasi dan survei lapangan yang akan dilakukan diharapkan menghasilkan data akurat mengenai kondisi jalur, aset, lahan, serta prasarana perkeretaapian yang masih tersedia. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait. “Pemerintah Kabupaten Bondowoso siap mendukung dan memfasilitasi seluruh tahapan yang diperlukan demi terwujudnya reaktivasi jalur kereta api ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian, Denny Michels Adlan, mengatakan pemerintah pusat memahami harapan masyarakat agar jalur kereta api yang pernah berjaya pada masa lalu dapat kembali beroperasi. Namun, reaktivasi harus diawali dengan kajian menyeluruh. Jalur yang dibangun sejak era kolonial Belanda tersebut perlu diteliti kembali untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan transportasi saat ini.

Kajian akan mencakup aspek teknis, keselamatan, sosial, hingga ekonomi. Sebab, jalur tersebut pada masa lalu banyak dimanfaatkan untuk angkutan barang, sedangkan kebutuhan transportasi saat ini juga mencakup angkutan penumpang dengan standar keselamatan yang lebih tinggi.

“Kita harus mengkaji apakah jalur peninggalan Belanda tersebut masih sesuai untuk direaktivasi. Kita bicara soal keselamatan, kenyamanan, kecepatan perjalanan kereta, kondisi jalur, hingga dampak sosial kepada masyarakat yang mungkin saat ini sudah menempati atau memanfaatkan kawasan di sepanjang trase jalur lama,” jelasnya.

Pemerintah juga akan memeriksa kondisi fisik jalur dan aset yang tersisa, termasuk kondisi lahan serta bangunan yang berada di sepanjang jalur nonaktif. Potensi dampak sosial turut menjadi perhatian. Hal itu berkaitan dengan kemungkinan adanya masyarakat yang saat ini telah menempati atau memanfaatkan kawasan yang sebelumnya merupakan bagian dari trase jalur kereta api.[san.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!