Tulungagung, Bhirawa – Capaian investasi di Tulungagung sangat menggembirakan. Dalam semester satu tahun 2006 ini sudah mencapai Rp 652,21 miliar, melebihi target yang ditetapkan dalam setahun sebesar Rp 546 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, Rabu (22/7), mengungkapkan realisasi penanaman modal di Tulungagung pada semester satu tahun 2026 menunjukkan performa yang sangat progresif.
“Total akumulasinya mencapai Rp 652,21 miliar,” ujarnya.
Capaian tersebut, menurut dia, melebihi target yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2026 yang diproyeksi sebesar Rp 546 miliar. “Jadi di semester pertama, capaian investasi sudah melebihi target tahun 2026. Saat ini sudah mencapai 119,45 persen dari target tahun 2026,” sambungnya.
Perempuan berjilbab ini mengakui jika nilai investasi yang melonjak di semester pertama tahun 2026 dikerek dengan meningkatnya usaha sektor ekonomi kerakyatan, yakni usaha mikro dan kecil (UMK). Di mana tercatat penanaman modal dalam negeri dari sektor UMK sebesar Rp 467,95 miliar.
“Memang investasi di sektor UMK naik tajam. Salah satunya dari SPPG dan KDMP. Selain juga di perdagangan yang sifatnya tradisional. Dan kami pun telah melakukan sosialisasi dan pendampingan pada teman-teman UMK untuk pelaporan di semester satu,” paparnya.
Imroatul Mufidah menyebut investasi UMK yang melonjak itu dapat diartikan kondisi ekonomi mikro di Tulungagung kuat. Tidak terpengaruh pada ekonomi makro yang terjadi saat ini.
“Kondisi global yang saat ini menurun tidak begitu berpengaruh di Tulungagung, karena mikronya kuat,” terangnya.
Sebelumnya, perempuan yang juga tercatat sebagai kandidat Sekda Tulungagung ini mengatakan kenaikan tajam investasi sektor UMK di luar ekspektasi DPMPTSP Kabupaten Tulungagung.
“Biasanya itu satu semester untuk UMK Rp 150 miliar. Seperti tahun 2025 kemarin, selama setahun Rp 300 miliar,” paparnya.
Ia menambahkan pada semester satu tahun 2026 ini, besaran investasi dari sektor UMK menyumbang sebesar 78 persen dari total jumlah investasi di Tulungagung. “78 persen dari nilai investasi Rp 652,21 miliar,” terangnya.
Selanjutnya, Imroatul Mufidah menyatakan DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, selain terus berupaya meningkatkan nilai investasi dari sektor UMK, juga melakukan upaya peningkatan investasi dari sektor padat modal.
“Untuk menggaet investor dengan nilai yang besar diperlukan pemberian insentif atau kemudahan dalam berusaha. Itu yang sedang nanti mau diagendakan oleh DPRD Tulungagung, perda masalah penanaman modal,” pungkasnya. [wed.gat]


