Oleh:
Rachmat Caesar BW, Kota Surabaya
Periode libur sekolah di tahun 2026 membuat beberapa penyedia transportasi umum memberikan program diskon untuk tarif tiket dalam sekali perjalanan. Salah satunya transportasi kapal laut, hal ini membuat adanya lonjakan penumpang yang menyebabkan habisnya tiket kapal.
Akibatnya beberapa orang telantar yang dilayani oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur harus menunggu lebih lama di shelter. Salah satunya Oceng (36) yang akan dipulangkan ke Manokwari, Papua Barat.
Ia datang dan diterima langsung oleh Petugas Sahabat Pulang Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Rabu (1/6/2026) lalu didampingi oleh Liponsos Dinsos Kabupaten Sidoarjo.
“Bapak Oceng ini ditelantarkan oleh temannya di Rumah Sakit, setelah pulih pihak rumah sakit menghubungi kami. Kami rehabilitasi sosial OT tersebut sampai benar-benar mampu untuk pulang secara mandiri,” jelas Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Muhammad Wildab, S.S.
Teman Oceng sudah punya niat baik untuk membawanya ke Rumah Sakit. Namun Rekannya tersebut tidak bisa bertanggung jawab atas administrasi pengobatannya. Oceng didaognasa gajala jantung coroner dan dirawat di RS selama beberapa saat.
Sebelumnya Oceng seorang perantau yang meninggalkan Kampung Wamtaura sejak 13 tahun yang lalu. Ia hijrah ke pulau Jawa untuk mencari nafkah sebagai tukang bangunan hingga sopir. Namun di tahun ini, ia berancana pulang ke daerah asalnya. Untuk pulang ia harus mengumpulkan uang, lalu Oceng pergi ke Surabaya untuk mencari pekerjaan.
“Masih sama kerjanya, serabutan juga. Yang penting saya dapet uang dan bisa pulang ke Manokwari,” terang Oceng.
Pindah-pindah kota dan kos sudah biasa ia lakukan, sampai akhirnya Oceng pindah kos di Tropodo, Waru lalu sakit.
Beruntungnya, meskipun terkena efek periode liburan sekolah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berusaha mencarikan tiket. Dengan menggunakan transportasi kapal laut Pelni KM. Labobar, pada keberangkatan Jumat (10/7/2026) menuju estafet ke Makasar.
Sembari menunggu di shelter Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Oceng mendapat fasilitas kebutuhan pribadi dan permakanan. Selama ia menunggu jadwal keberangkatan pulangnya, Oceng dipindahkan ke tempat lebih layak di Balai PMKS Sidoarjo.
“Kapasitas shelter Sahabat Pulang hanya ada dua kamar, satu kamar laki-laki dengan kapasitas maksimal tiga orang, satu kamar untuk perempuaan kapasitasnya juga sama. Hal ini kami pertimbangkan untuk kami pindahkan OT atas nama Oceng ke Balai PMKS Sidoarjo,” kata Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. [rac]


