28.3 C
Sidoarjo
Monday, July 6, 2026
spot_img

UMM Resmi Transformasi FKIP Menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora


Kota Malang, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi mentransformasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi institusi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang agile (lincah), kolaboratif, serta berorientasi pada solusi atas dinamika sains dan kemanusiaan.

Peresmian perubahan nama ini dilakukan langsung oleh Rektor UMM di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 pada Senin (6/7) kemarin, menyusul turunnya Surat Keputusan (SK) perubahan kelembagaan sejak 30 Mei 2026 lalu. Bersamaan dengan momentum bersejarah tersebut, pihak fakultas juga menggelar kolokium bagi 15 doktor baru yang siap memperkuat lini akademik dan riset.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pergantian nama fakultas ini mutlak harus dibarengi dengan transformasi substantif di dalam tubuh organisasi. Menurutnya, keberhasilan FPSH ke depan tidak ditentukan oleh identitas barunya, melainkan oleh perubahan pola pikir (mindset) dan penguatan kolaborasi lintas disiplin.

“Jangan sekadar mengubah papan nama, tetapi harus terjadi perubahan yang substantif. Agile mindset menjadi kunci agar organisasi mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. UMM harus menjadi pelopor praktik terbaik dan excellent solution center untuk terus tumbuh dan berkembang,” ungkap Prof. Nazaruddin Malik.

Sementara itu, Dekan FPSH UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M., memaparkan bahwa transformasi dari FKIP menuju FPSH merupakan deklarasi arah pengembangan kelembagaan yang jauh lebih terbuka. Ia menilai, pendidikan, sains, dan humaniora wajib berjalan beriringan agar pesatnya penciptaan inovasi teknologi tidak sampai menggerus nilai-nilai esensial kemanusiaan.

Berita Terkait :  Jaga Keberlangsungan Tradisi Menuju Praktik Lestari di Kabupaten Madiun

“Perubahan nama ini merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita. Pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” ujarnya.

Terkait dengan kehadiran 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan FPSH, Prof. Mahfud menilai hal tersebut sebagai modal strategis untuk mendongkrak kapasitas akademik, mutu riset, dan pengabdian masyarakat. Pihaknya juga terus mendorong para doktor baru ini untuk segera mencapai jabatan fungsional tertinggi sebagai guru besar (profesor).

“Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan. Jagalah kualitas akademik, bangun kolaborasi, dan pastikan setiap ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui sinergi keilmuan dan kemanusiaan yang baru ini, Kampus Putih UMM diharapkan dapat terus konsisten mencetak pendidik, peneliti, serta pemimpin berintegritas. Momentum transformasi ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa inovasi pendidikan tinggi harus selalu berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kepedulian universal demi kemajuan peradaban bangsa. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!