Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengajukan penambahan kuota Biosolar sebesar 30 persen kepada Pertamina setelah realisasi kebutuhan di lapangan terbukti melampaui alokasi yang ditetapkan. Usulan itu disampaikan melalui surat resmi Bupati Probolinggo, bersamaan dengan pelaksanaan monitoring BBM di dua SPBU, Rabu (24/6).
Tingginya konsumsi Biosolar di wilayah ini dipicu oleh posisi geografis Kabupaten Probolinggo yang berada di jalur Pantura sekaligus memiliki akses langsung ke jalan tol. Kondisi itu menjadikan wilayah ini sebagai titik favorit kendaraan angkutan barang dari luar daerah untuk mengisi bahan bakar dalam jumlah besar.
“Banyak truk dari luar daerah yang melintas dan mengisi BBM dalam jumlah besar sehingga kebutuhan Biosolar menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah lain,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Mehdinsareza Wiriarsa.
Keterbatasan pasokan sempat dirasakan. Pada Mei lalu, distribusi Biosolar mengalami keterlambatan dua kali, masing-masing satu hingga dua jam. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, menyebut kondisi itu tidak berlangsung lama dan tidak sampai memicu kelangkaan.
“Hari ini melalui surat Bupati Probolinggo, kami mengusulkan tambahan stok Biosolar sebesar 30 persen. Berdasarkan perhitungan kami, realisasi kebutuhan di lapangan sudah melampaui kuota yang diberikan. Usulan ini kami ajukan untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan dan kelangkaan Biosolar,” kata Sjaiful.
Tim monitoring juga memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun kepanikan pembelian di masyarakat. Akurasi dispenser masih dalam batas aman.
“Dari hasil tera, tingkat error masih dalam batas aman. Ambang batas yang diperbolehkan sampai 100 mililiter per 20 liter. Sedangkan yang kami temukan hanya sekitar 30 mililiter dan bahkan ada yang hanya 5 mililiter,” tegas Sjaiful.
Reza menambahkan, data distribusi Pertamina dan penyaluran di SPBU dinyatakan sesuai, sehingga tidak ditemukan indikasi penyimpangan.
“Dengan stok yang masih aman, distribusi yang terkendali serta usulan tambahan kuota Biosolar yang telah diajukan, kami optimistis kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala berarti sepanjang tahun 2026,” pungkasnya. (fir.hel)


