Pemprov Jatim, Bhirawa
Karya batik ciprat hasil tangan penyandang disabilitas di Rumah Kinasih Kabupaten Blitar berhasil mencuri perhatian Komisi E DPRD Jatim saat melakukan kunjungan kerja bersama Dinas Sosial (Dinsos) Jatim.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi E DPRD Jatim dan Dinsos Jatim melihat secara langsung berbagai program rehabilitasi dan pemberdayaan yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, berkarya, dan hidup lebih mandiri.
Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani, MM, menegaskan, pemberdayaan penyandang disabilitas menjadi salah satu fokus penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan agar layanan yang diberikan dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak luas.
“Pemberdayaan adalah kunci agar penyandang disabilitas mampu hidup mandiri dan produktif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Komisi E DPRD Jatim juga menyerahkan bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera (KIP PPKS Jawara) kepada penerima manfaat lulusan UPT Pelayanan Sosial Bina Remaja (PSBR) Blitar. Bantuan senilai Rp3 juta per penerima manfaat itu diwujudkan dalam bentuk peralatan usaha yang disesuaikan dengan keterampilan masing-masing sebagai bekal memulai usaha dan menjalani kehidupan mandiri setelah menyelesaikan pembinaan.
Novi menjelaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat kemampuan ekonomi penerima manfaat. Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD terus diperkuat agar program perlindungan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat rentan.
“Kami ingin bantuan yang diberikan mampu menciptakan kemandirian yang berkelanjutan,” katanya.
Selain bantuan KIP PPKS Jawara, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan permakanan bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (LKSPD) Rumah Kinasih senilai Rp45,7 juta.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan sosial yang selama ini diberikan kepada para penyandang disabilitas, sekaligus mendukung keberlangsungan berbagai program rehabilitasi dan pemberdayaan yang dijalankan lembaga tersebut.
Saat ini Rumah Kinasih berkembang menjadi ekosistem rehabilitasi multi disabilitas yang tidak hanya menyediakan layanan sosial, tetapi juga membuka akses pemberdayaan ekonomi melalui galeri disabilitas, layanan pijat tunanetra, hingga penyaluran tenaga kerja inklusif. Sebagian besar produk batik ciprat yang dipasarkan bahkan dikerjakan langsung oleh para penyandang disabilitas, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengapresiasi keberadaan Rumah Kinasih yang dinilai menjadi bukti nyata kepedulian sosial masyarakat dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial.
“Para penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh layanan perawatan dan rehabilitasi, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan potensi melalui berbagai keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya batik ciprat,” pungkasnya. [rac.kt]


