28.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

Pemkot Kediri Tata Ulang Kawasan CFD, Lapak PKL Diseragamkan

Pemkot Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri kembali melakukan penataan kawasan Car Free Day (CFD)Jalan Dhoho guna menciptakan ruang publik yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. Penataan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Disperdagin, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, serta dipimpin langsung Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari.

Dalam peninjauan CFD pada Minggu (21/6), Endang bersama tim gabungan turun langsung melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Ia menjelaskan, setiap pedagang kini mendapat jatah area berjualan dengan ukuran relatif sama, sekitar 1,5 hingga 2 meter. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penggunaan ruang secara berlebihan serta memastikan pemerataan lapak bagi seluruh pedagang.

“Selain untuk PKL, kami juga menyiapkan area bagi promosi OPD, instansi, serta UMKM binaan pemerintah. Ada pula zona khusus untuk kegiatan olahraga, seni, dan aktivitas masyarakat yang rencananya ditempatkan di sisi selatan sekitar Sumur Bor,” ujarnya.

Endang menegaskan, kuota pedagang di kawasan CFD saat ini sudah terpenuhi sehingga tidak ada penambahan PKL baru. Seluruh pedagang yang beraktivitas merupakan mereka yang telah terdata dalam Disperdagin. Ia juga menegaskan tidak ada pungutan biaya bagi pedagang untuk berjualan di area tersebut, serta tidak diperbolehkan adanya klaim lokasi secara pribadi karena seluruh kawasan merupakan fasilitas umum milik pemerintah daerah.

Menurutnya, penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memberi dampak positif bagi aktivitas ekonomi pedagang.

Berita Terkait :  Konstelasi Pertumbuhan dan Ketimpangan

“Semakin tertib dan nyaman, pengunjung akan semakin banyak, dan ini tentu menguntungkan para pelaku usaha,” katanya.

Selain penataan pedagang, Pemkot Kediri juga menyiapkan area khusus bagi komunitas pecinta hewan di sisi utara CFD, tepatnya di depan Aris Motor. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) juga akan menghadirkan layanan Pos Kesehatan Hewan Keliling yang mulai beroperasi pekan depan. Aktivitas membawa hewan peliharaan diperbolehkan, namun tetap dibatasi pada zona yang telah ditentukan.

Dari sisi kebersihan, pemerintah telah menambah sejumlah fasilitas tempat sampah di sepanjang area CFD dan akan menambahnya jika diperlukan. Masyarakat serta pedagang diimbau ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang tersedia.

Endang menambahkan, proses sosialisasi dan penataan akan berlangsung selama satu hingga dua bulan ke depan, sebelum dilakukan evaluasi berkala. Untuk mendukung pengawasan, Pemkot juga menyiapkan pos pantau di kawasan pertigaan Jalan Stasiun. Dinas Perhubungan bertugas mengatur lalu lintas dan parkir, sementara Satpol PP melakukan pengawasan ketertiban di lapangan.

Salah satu pedagang CFD, Heri, menyambut baik penataan yang dilakukan. Ia menilai pembagian area yang lebih jelas membuat aktivitas berdagang menjadi lebih tertib dan nyaman.

“Awalnya mungkin perlu penyesuaian, namun kami sebagai pedagang juga merasa lebih jelas mengenai lokasi berjualan dan aturan yang berlaku. Semoga ke depan CFD semakin ramai dan usaha kami bisa ikut berkembang,” kata Heri.

Berita Terkait :  Orkestra Hardiknas 2026 Siap Tampil, Ratusan Siswa Jalani Latihan Intensif

Hal senada disampaikan pengunjung, Vida. Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam menata ulang kawasan CFD sehingga ruang untuk berolahraga dan berjalan kaki menjadi lebih luas dan nyaman.

“Semoga ke depan CFD semakin menarik dan menjadi tempat favorit warga di akhir pekan,” ungkap Vida. [van.nov.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!